Sebelum Mudik Jangan Lupa Doa Sebelum Safar, ya!

Sebelum Mudik Jangan Lupa Doa Sebelum Safar, ya!

Lebaran sebentar lagi! Tinggal hitungan hari sajah!

Arus mudik mulai padat-padatnya, nih.

Nah, sebelum bepergian jangan lupa baca doa dulu, ya. Sudah diajarkan Rasulullah Saw kok caranya. Nih dia.

**Doa Sebelum Safar**

Ibnu Umar mengajarkan, bahwa apabila Rasulullah Saw telah berada di atas kendaraan hendak bepergian, maka beliau bertakbir sebanyak tiga kali. Kemudian beliau berdoa,

Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini (kendaraan) bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa, dan amal yang Engkau ridai dalam perjalanan ini.

Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah bagi kami.

Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan yang mengurus keluarga yang aku tinggalkan.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta, dan keluarga.”

Jika beliau kembali dari perjalanan, beliau membaca kembali doa tersebut, serta menambahkan doa dalamnya, “Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah, dan selalu memuji Tuhan kami.
(HR. Muslim no. 1342).

Jangan lupa kunci semua pintu dan jendela rumah, ya! Selamat mudik lebaran!

Advertisements
Status

Catatan Kecil di Akhir Bulan

Jangan terlalu sibuk ngurusin negara, situ pejabat publik bukan, aktivis juga bukan.

Jangan terlalu sibuk ngurusin iman dan akidah orang, tadi pagi salat subuhnya aja jam berapa.

Jangan terlalu sibuk ngurusin anak orang, situ mamaknya juga bukan, ngasih uang jajan juga enggak.

Jangan terlalu sibuk komentarin si nganu pacaran mulu enggak kawen2, yang dipacarin juga bukan mahram lu yang harus lu lindungi.

Jangan terlalu sibuk ngeliatin tetangga punya apa, situ juga bukan orang BPS yang lagi survei penduduk.

Banyak berkaca, introspeksi lebih baik, jangan sampai lupa bentar lagi bulan suci tiba.

Review dan Perbandingan Biaya Periksa Kehamilan di Depok 2017

Review dan Perbandingan Biaya Periksa Kehamilan di Depok 2017

Mumpung lagi rajin, aku mau bikin review tempat periksa kehamilanku nih. Karena dari awal kehamilan, aku banyak keluhan, jadinya sering bolak-balik dokter dan bidan. Parno-an doang sih sebenarnya, ngabisin limit asuransi tapi. T.T

  1. dr. Mira Myrnawati di RSU Bunda Margonda Depok

Awalnya memilih RSU Bunda ini karena pada awal kehamilan, fisikku lemah, jadi tidak bisa pergi jauh-jauh. Makanya, periksa pertama dan keduaku di RS yang paling dekat dengan kontrakan ini.

Memilih dr. Mira karena dokter yang berpraktik di Klinik Morula ini terkenal favorit di RSU Bunda berdasarkan review emak-emak di dunia maya.

Kesan pertama: dokternya putih dan medok banget. hahaa. ūüėÄ

Dokter cantik ini mau menjelaskan kondisi pasien dengan baik, dengan catatan pasien harus yang bertanya. Mungkin karena antrian yang panjang, atau mungkin memang gaya dokternya, dokter berjilbab ini ngomongnya cuepet banget. Aku sebagai orang Minang yang sudah terbiasa dengan orang yang ngomongnya cepet pun terkesima juga, berusaha mencerna dengan cepat rentetan kalimat sang dokter.

Biaya Periksa Kehamilan RSU Bunda:

Biaya Konsultasi OBGYN

200.000

Tindakan USG

50.000

Alat USG

250.000

Biaya Umum Rumah Sakit

45.000

Biaya di atas itu belum termasuk vitamin dan obat-obatan ya. Rata-rata kemaren untuk obat hampir 500an semua juga. Bisa dilihat juga kalau di Bunda, biaya penggunaan alat dan tindakan menggunakan alat itu terpisah. Tapi sudah termasuk biaya cetak hasil usg.

Alasan pindah:

Ingin yang lebih murah dan lebih puas konsultasinya.

2. dr. Sofani Munzilla di RS Mitra Keluarga Depok

Nah, pilihan jatuh ke RS terdekat selanjutnya, RS Mitra Keluarga Depok. RS yang satu ini secara infrastruktur jauh lebih enak daripada RSU Bunda. Kenapa? Ruang tunggunya besar, jadi enggak sesak seperti waktu mengantri di Klinik Morula Bunda sebelumnya. Ruang praktiknya sih sama aja, tapi untuk kenyamanan ruang tunggu dan fasilitas umumnya lebih nyaman.

Memilih dokter yang satu ini juga tidak lepas dari review emak-emak di internet yang banyak merekomendasikan beliau.

Kesan pertama: tengil dan tomboy.

Ya, dokter yang juga berjilbab ini bawaannya sangat santai. Kadang cara ngomongnya bisa dikatakan agak nyeleneh. Kalau para bumil datang dengan kekhawatiran berlebih pasti dibawa selow, dan malah disuruh baca buku, karena katanya, kalau dia yang jelasin pasti ibu lupa juga, mending ibu beli buku. (^_^;)

Dokter Sofani praktik pagi dan malam, tapi mending datang pagi, pagi saja pasiennya bejibun. Aku dan suami menyiasatinya dengan cara datang pagi dulu untuk ambil nomor antrian, baru nanti datang lagi jam 9an pas si dokter sudah mulai praktik.

Overall, dokter yang satu ini enak diajak bicara meskipun bawaannya suka meledek pasien. Satu-satunya yang tidak enak dari kunjungan ke dokter ini adalah harganya yang tidak jauh beda dengan RSU Bunda. Fufufu.

Biaya Periksa Kehamilan RS Mitra Keluarga Depok:

Biaya Konsultasi OBGYN

175.000

USG

210.000

Print-out USG

40.000

Administrasi

25.000

Biaya di atas itu juga belum termasuk vitamin dan obat-obatan yang harganya sebelas dua belas lah dari Bunda. Terlihat lebih murah sedikit dari Bunda, tapi tetap mahal ya. fufufu. Karena cetak USG juga bayar di sini dan tidak ditanggung asuransi, jadi aku dan suami hanya foto pakai hp saja untuk kunjungan berikutnya.

3. Bidan Jeanne

Kunjungan ke bidan yang direkomendasikan oleh tetanggaku ini diawali dengan perkara keputihan yang sudah dua kali kontrol ke dr. Sofani tapi disepelekan (si dokter tengil tidak mau pengamatan langsung).

Karena khawatir membahayakan si penumpang perdana ini, ibuku menyarankan untuk ke bidan saja. Lebih murah dan pasti lebih paham, begitu kata beliau. Meskipun awalnya ogah-ogahan, akhirnya aku datang juga menyambangi bidan yang (katanya) terkenal di Depok ini.

Kesan Pertama: telaten dan ramah sekali.

Kesan pertama dengan Bu bidan ini sangat positif. Beliau mau memeriksa langsung dan malah berusaha membersihkan keputihanku (yang terpaksa dihentikan karena suakit pol) langsung. Meskipun antrian ada puluhan orang di luar sana, si Bu Bidan ini tidak terkesan terburu-buru dan meladeni kegelisahan dan kegalauan (halah) apa pun yang bumil mau curahkan.

Menentramkan hati deh pokoknya sesi konsultasi dengan bidan delima ini. Bidan Jeanne menjelaskan sedetil-detilnya yang bisa beliau jelaskan mengenai perkara kehamilan pada saat itu. Tuturnya juga runut dan gampang dimengerti.

Kekurangan dari klinik Bidan Jeanne ini hanyalah alat USG-nya yang sudah tua, jadi banyakan buremnya (efek biasa melihat USG kinclong RS swasta :p). Kalau di Mitra, sampe ke detil hidung mancung si dede bisa terlihat. Sedangkan di sini, siluet-siluet saja.

Biaya Periksa Kehamilan Bidan Jeanne: 80,000 sudah termasuk USG.

Nah, begitulah pengalamanku periksa si dedek bayi di tiga tempat berbeda di Depok. Semuanya tergantung pribadi sih, mau pilih tenaga kesehatan yang mana. Ikuti kata hati saja, kalau sudah tidak nyaman, pindah saja, tidak perlu ragu-ragu. Jangan sampai pengalaman periksa malah jadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Karena bumil itu sensitif kan, jadi penting untuk memilih nakes yang membuat bumil nyaman.

Semoga kehamilan kita semua lancar, ya! Aamiin.

Penumpang Baru!

Penumpang Baru!

Tiba-tiba itu sudah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari setiap peristiwa dalam hidupku. Seperti drama akhir tahun lalu yang datang dan berakhir tiba-tiba juga, awal tahun ini juga dimulai dengan kejutan tak disangka. Kejutan ini jugalah yang membuat blog ini berdebu berbulan-bulan lamanya. *alibi

Jadi, perkenalkan, si penumpang baru yang belum bernama, penghuni rahimku 4 bulan ini! Yeay, banzai! \[^_^]/

Si kecil yang sekarang sudah rajin salto dan membuat perut ngilu ini membuat 4 bulan lalu begitu penuh drama. Mulai dari flek, badan super lesu, mual-muntah, keputihan, bah masih banyak lagi. Tapi semua itu terbayar setiap kali USG melihat grafik pertumbuhannya yang sehat dan aman. Ibuk ikhlas deh, Nak!

Semoga bisa lahiran normal dan kamu sehat selalu ya penumpang baruku!

Aamiin.

USG 18w
Si Mancung udah 18 minggu!
Akibat Tergoda Diskon, Terbeli Barang Dengan Nomor BPOM Palsu

Akibat Tergoda Diskon, Terbeli Barang Dengan Nomor BPOM Palsu

Jadi ceritanya, stok sabun mandi di rumah sudah menipis. Iseng, mampirlah aku ke lazadut buat nyari sabun, kali saja ada diskon menarik di bagian produk sabun mandi.

Benar saja, ada paket menarik dengan harga menggoda. Dasar emak-emak, enggak nahan lihat yang namanya diskon, dibeli-lah tu barang.

2 hari kemudian, barangnya tiba. Dengan semangat 45, aku sibuk sobak-sobek bungkusnya.
Belinya 1 paket berisi 3pcs shower gel dengan wangi berbeda, dan yang tiba sesuai dengan pesanan.

wp_20170103_12_30_26_pro
3 pcs Senswell Shower Gel, hanya satu yang bersegel

Tapi, alangkah kecewanya, ketika membaca keterangan produk di belakangnya,

DUA pcs MENGGUNAKAN NO BPOM YANG TIDAK TERDAFTAR
DUA pcs TIDAK ADA KODE PRODUKSI DAN KETERANGAN TEMPAT PRODUKSI
DUA pcs TIDAK ADA TANGGAL KEDALUWARSANYA

Untuk yang gardenia bamboo memang terdaftar menggunakan nomor yang benar di BPOM.capture

Ketika dicek lebih lanjut ke website BPOM, kedua produk yang nomornya tidak ditemukan di website BPOM tadi,  ternyata terdaftar dengan nomor yang berbeda. Hayo kok bisa?

aquavanilla

Ditambah lagi, menemukan nama si produsen di berita ini:
http://www.cnnindonesia.com/…/bpom-rilis-30-jenis-kosmetik…/

Wah, super sekali.

Tidak berani mencoba isinya, langsung saja aku komplain ke CS-nya mereka. Aku disuruh mengembalikan kalau tidak berkenan, menggunakan tombol pengembalian pesanan mereka.

Masalah baru pun timbul, barang tersebut tidak bisa diproses pengembaliannya, karena tombol tersebut belum muncul.

Kenapa coba? Karena status barang sampai hari ini masih “diproses”, meskipun ini barang sudah sampai ke tanganku berhari-hari yang lalu, biar lebih dramatis: dari tahun lalu.
Tanya kenapa?

capture
Status Pesanan yang Masih “Memproses”

 

Kalau diperhatikan lagi dengan seksama, logo senswell dan kualitas printing dua pcs yang datang tanpa segel ini memang berbeda dengan yang bersegel (Gardenia Bamboo). Jadi apa palsu ya? Makanya bisa murah sekali harga paketannya?

Moral of the story:
Jangan terbuai dengan diskon lazadut dan “jaminan produk asli” yang mereka tawarkan, sebab label “Asli” pun tidak dijamin aman dan full-asli.

Kunjungan Akhir Tahun ke Dokter THT, Lagi Part 2

Kunjungan Akhir Tahun ke Dokter THT, Lagi Part 2

Judulnya sih kunjungan akhir tahun, tapi aku baru sempat menuliskannya di awal tahun baru ini. Hehe.

Baca juga: Kunjungan Akhir Tahun ke Dokter THT, Lagi Part 1

Semoga tahun ini tidak ada lagi posting-an mengenai kunjungan ke dokter apapun deh.

Amin.

So, lanjutan dari posting-an sebelumnya, setelah antibiotik habis, aku pun dijadwalkan untuk kontrol lanjutan ke dr. Asno lagi. Tapi ternyata, setelah berjibaku menelepon RS. Hermina, sang dokter berhalangan hadir hingga 3 hari ke depannya. Jadilah, aku memindahkan jadwal kontrolku ke hari Jumat (yang mana harusnya dari hari Selasa sudah kontrol). The only good news was I got number 1.

Meskipun mendapatkan nomor urut 1, tapi berhubung aku datang telat, tetap saja aku harus menunggu kurang lebih satu jam hingga dipanggil. Saat di-endoskopi, tidak lagi terlihat darah ataupun sesuatu yang mencurigakan di dalam hidungku. Tapi sensasi mampet, and my sleepless nights tetap terjadi dalam rentang waktu itu. Karena dokternya tidak menemukan apapun, aku hanya diresepkan dekongestan dan pengencer dahak, tanpa antibiotik lagi. Namun, karena keluhan masih ada, meskipun sudah berlangsung sangat lama, dr. Asno menyarankan untuk mengambil CT-Scan, kalau-kalau ada keganasan (daging tumbuh) di dalam hidungku.

CT-Scan huh?

Pasti biayanya sangat mahal. Hanya itu yang terpikir olehku pada saat itu. Benar saja, ketika mengecek ke bagian radiologi, ternyata harga yang harus kubayar untuk CT-Scan hidungku mencapai 1,7 juta!!! Waw, fantastis sekali hanya untuk meneropong hidung ini.

Aku pun mengecek ke bagian kasir, apakah CT-Scan ini ditanggung oleh asuransi, karena jika tidak, aku pikir tidak usah saja. Aku cukup yakin tidak akan ada hal yang muncul di foto CT-Scan tersebut. Setelah sang kasir mencoba berkali-kali menelepon pihak asuransiku, akhirnya diperoleh jawaban bahwa jika limit rawat jalanku masih ada, maka bisa dipergunakan. Alhamdulilah.

Akhirnya aku pun mencoba CT-Scan layaknya tokoh-tokoh dalam film-film, masuk ke dalam terowongan putih dan dipindai. Jika di film-film proses ini terlihat sebentar, ternyata tidak sama sekali. Kurang lebih 15 menit aku harus berbaring, tidak boleh bergerak selama proses pemindaian berlangsung. Ah, kau tak akan tahu susahnya bernapas dengan hidung mampet dalam posisi terlentang seperti itu. Aku juga harus menahan keinginan untuk memuntahkan lendir yang turun dari hidung dan menumpuk di tenggorokanku. Ugh.

Setengah jam lebih menunggu hasilnya, dan ternyata dugaanku benar sekali! Tidak ditemukan kelainan apapun, bahkan tidak ada deviasi septum nasi. Super sekali. Jadi benar, hidungku hanya ingin menyiksaku saja.

Aku pun kembali ke ruang praktik dr. Asno sambil membawa hasil foto CT-Scan tersebut. Hasil diagnosisnya sama dengan diagnosis dokter di bagian radiologi, tidak ada yang mengkhawatirkan. So, what now? 

Severe allergy, we settled for that then.

Yep, begitulah saudara-saudara, kunjungan berkali-kali ke berbagai dokter dan rumah sakit, aku masih belum menemukan jawaban atas hidung ini. Alergi, satu-satunya jawaban atas penderitaanku saat ini.

=====

Suka dengan tulisan Fairhie di atas? Fairhie bisa bantu kamu buat nulis konten menarik kayak di atas untuk blog atau website kamu loh! Yuk mampir ke toko Fairhiepedia!