Mau Bikin Cerbung!! what do YOu think?

Mau Bikin Cerbung!! what do YOu think?

Ha…hari ini rencana mau posting yang banyak dan mau ngoceh panjang lebar.

Tapi ternyata, yang terjadi adalah, koneksinya LOLA (Loading LAma).

Hah, beginilah nasib para cybermania yang kurang dana sepertiku.

Harus bersabar-sabar dengan koneksi LOLA Cyber kampus.

Argh, tadi aku ingin cerita apa ya? Hmm, oh iya, aku ingat, hari ini aku melanglang buana ke beberapa blog milik kenalanku dan kenalannya kenalanku dan tahu apa yang terjadi? Blakk…! Satu tamparan menyambit pipiku. Tidak dalam arti yang sebenarnya, maksudku, kecanggihan dan kehebatan para ‘senior’ dalam hal blogging itu menamparku. Menampar dan membuatku sadar : Aku masih benar-benar kurang ilmu dan harus banyak belajar!

Aku masih belum berani meninggalkan komentar di blog teman-temanku ataupun blog temannya temanku itu. Aku masih belum percaya diri menampakkan diriku dalam komunitas yang mengenal sosokku. Aku berharap aku tidak akan ‘ditemukan’ sampai aku benar-benar punya keyakinan akan diriku sendiri!

Arrrg…aku menjadi seorang yang makin lebay saja.

Orang lain menulis blog untuk berbagi pengalaman menggembirakan tentang kisah hidupnya atau serunya perjalanan mereka atau berbagi ilmu yang bermanfaat, tapi maaf ya saudara-saudara, saiiaaaaaaaaa masih harus banyak belajar untuk tidak menyebarkan keluhanku dimana-mana!

Gomennne~~~~~~~~~~~~~~~~~

>,<

Ha, lupakan itu, berbagi keluh-kesah memang tujuan utamaku menulis di blog ini, tapi tenang saja, aku akan mengurangi kebiasaan itu sedikit demi sedikit dan lebih concern untuk mewarnai blog ini dengan hal-hal bermutu.

Saiiaaaaaaaaa mohon kesabaranna…..^^

Oh, iya, ketika berjalan sendirian (baca: lagi) , aku tiba-tiba berpikir untuk menulis sebuah cerita bersambung di blog ini, bagaimana menurutmu, pengunjung blogku??

^,~

Aku berharap setiap minggu aku bisa konsisten menulisnya di bawah bimbingan (saran dan kritik) saudara-saudara sekalian?? Bagaimana?? Sounds good??

Bogor, 20 Agustus 2009

Demam BBF!!

Demam BBF!!

Ketika tadi aku berjalan menyusuri ranah pasar, langkahku terhenti di sebuah kios yang menjual berbagai koran dan majalah.

Pada mulanya, kupikir, kios itu hanya menjual satu jenis majalah saja, karena sekilas melihat yang nampak hanyalah foto-foto dalam ukuran besar para pemeran serial drama korea yang laris abis: BOYS BEFORE FLOWERS.

Aku pun melirik setiap tabloid, koran, dan majalah yang menjadikan BBF sebagai sampul depan mereka,

Arrgh, yang benar saja, lebih dari 3 majalah atau tabloid yang kutemukan bersampul depan cowok-cowok manis tersebut.

Hal ini mengingatkanku pada kejadian sama beberapa tahun lalu saat pertama kalinya Meteor Garden booming!

Hampir semua media cetak ribut membicarakan F4 yang juga meliris album ketika itu.

Ha, menurutku, cerita BBF sangat bagus, tapi kurasa tidak perlu menjadi selebay itu pemberitaanya! Masih mending para redaktur yang menurunkan berita tentang BBF baru minggu ini, tapi berita dan pembahasan tak berkesudahan terus berlanjut di beberapa media cetak dari beberapa minggu yang lalu!

Oh, come on, pikirku, apa tak ada berita lain yang lebih fresh?

Aku dan kuyakin beberapa orang akan setuju denganku, sudah bosan (baca: muak) dengan foto dan pemberitaan mereka di mana-mana. Kuakui drama tersebut memang mampu menghanyutkan perasaan dan membuatku terpingkal juga serta wajah para pemainnya yang sangat menjual, tapi, ayolah, sudah cukup tentang mereka, anak bangsa kita juga berkarya bukan?? Bahkan akhir-akhir ini bermunculan berbagai Film dalam negeri yang tak melulu berisi tentang romantisme percintaan remaja ibukota tapi berkisah tentang perjuangan meraih mimpi, nasionalisme, agama dan moral,dsb.

Kenapa tak coba dihadirkan dalam sampul depan?

Hello world!

Hello world!

Aloha!

Apa kabar semuanya?

Ngg, untuk memulainya aku harus bicara apa ya? Jujur, aku tak tahu harus memulai kisah ini dari mana. Haha, harusnya seorang penulis memikirkan plot terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan keyboard dan layar komputernya ya??

Entahlah teman, hmmm, mungkin dimulai dengan perkenalan diri dulu kali ya? Hemm, aku adalah seorang gadis berusia belasan (aslinya dirahasiakan, hehe), sekarang sedang merantau di sebuah kota di Indonesia yang dikenal sebagai kota hujan—yah, meski mungkin sekarang sudah tidak relevan lagi berhubung kotanya sudah tak seadem dulu lagi—atau nama resminya kota Bogor, punya hobi menulis walau sudah setahun lebih tak menghasilkan karya apapun, dan aku sangat suka semua hal tentang Jepang!! What else? Oh, iya, aku suka makanan yang manis!

Mmm, menurutmu, setelah perkenalan diri apa yang harus kutuliskan? Hua, apa ya, aku sendiri bingung. Aku memulai tulisan ini juga hanya bermodalkan nekat doang, aku tak tahu tulisan ini akan berlanjut sejauh mana dan akan mengarah kemana, yang kutahu, aku hanya ingin membaginya, bersama seseorang, dan mungkin, orang itu adalah kamu? ^,^

Mungkin aku harus menceritakan sedikit tentang awal mula aku memulai tulisan ini ya? Yah, sebenarnya , alasannya simple saja, tulisan ini muncul dikarenakan aku adalah orang yang tidak jujur. Ha, tapi bukan berarti apa yang kutulis nanti-nantinya akan berisi kebohongan-kebohongan. Tidak. Bukan begitu maksudku. Aku adalah seorang gadis yang tidak jujur dalam mengekspresikan dirinya di depan orang lain. Ketika aku berkata A, seringnya hatiku berteriak B. Kadang, ketika aku tersenyum, mataku menangis, dan ketika berteriak lantang bersemangat, hatiku teriris, ketika aku tertawa aku berusaha menyembunyikan luka. Bila ditanya kenapa begitu? Entahlah dari sononyo aku memang begitu.Aku sungguh seseorang yang penuh dengan kontradiksi dan gemelut hati.

Jika kau bertanya apakah tidak ada seseorang yang bisa membaca apa yang sebenarnya yang kusembunyikan dalam hati, aku bisa menjawab dengan percaya diri bahwa aktingku cukup meyakinkan. Mungkin aku patut mendapatkan piala citra. Hehhe…

Mungkin kau akan bertanya lagi, apa hubungannya penjelasan tentang kepribadian anehku dengan munculnya tulisan-tulisan yang tidak kalah anehnya ini? Hmm, jujur, aku juga tidak terlalu mengerti diriku sendiri sehingga aku tidak pernah muluk-muluk berharap akan ada seseorang yang mengerti diriku. Meski nantinya tidak akan ada yang mengintip tulisanku ataupun meninggalkan sebuah komentar, sekali lagi kutegaskan, aku hanya ingin belajar mengekspresikan diriku dengan jujur, menuliskan apa yang benar-benar kurasakan tanpa merasa malu, tanpa memikirkan pandangan orang lain terhadapku. Aku hanya ingin belajar menerima diriku apa adanya, dan aku berharap sedikit demi sedikit aku akan mulai mengerti diriku sendiri serta mungkin saja aku akan mendapatkan bonus, akan ada seseorang atau lebih hebat lagi sekumpulan orang yang mengerti diriku muncul!

Boleh kan aku berharap tulisanku bisa membuatku menjadi seorang yang lebih dewasa dan lebih baik?

Aku sadar, gaya menulisku jauh dari kesempurnaan dan cerminan seseorang yang memiliki bakat jurnalistik. Meski begitu, aku masih ingin mencoba, karena aku tidak bisa menyampaikan perasaanku dengan baik secara langsung, setidaknya, kupikir, aku harus berusaha menyampaikannya dalam bentuk tulisan. Mungkin ke depannya, kau—yang mungkin hanya nyasar ke tempat ini—akan bosan untuk meneruskan membaca kata demi kata yang kurangkaikan, tapi kuharap kau tidak jera untuk mampir. Aku akan terus berusaha memperbaiki tulisan-tulisanku dan berusaha untuk tidak terlalu bertele-tele. Kumohon kesabarannya ya!! Setiap kritik dan saran untuk semua tulisanku nanti-nantinya akan sangat kunanti! Mohon bantuannya!

Bogor, 17 Agustus 2009