Just a poem. . .

Just a poem. . .

Satu persatu. . .
Kisah t’ungkap,
waktu bercerita,
dan semakin kusadari,
hanya waktuku yg berhenti,
aku terpaku di sini,
tak kenal jalan itu,
dan mungkin baunya pun ku tak kan tahu,

sudah lama kuputuskan ntuk menyerah,
sudah lama kuakui ku kalah,
namun tetap saja kaki ini berusaha melangkah,
tetap saja harapan itu merekah,

Ya Rabbi,
jika takdir tak kan pernah membawaku menyusuri jalan itu,
tolong bantu hambaMu ini ntuk menyerah,

bantu ku ntuk berhenti berharap. . .

Dan bantu ku ntuk temukan bahagiaku sendiri,

meski waktu terhenti disisiku. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s