Puisi Lama yang tiba2 diketemukan…

Puisi Lama yang tiba2 diketemukan…

Secara tak sengaja, aku menemukan sebuah puisi yang kubuat tahun lalu..

haha…sok melankolis gitu,,,

enjoy…^^

Aku berhenti pada suatu titik.
Titik dimana pantulan diriku tertangkap dengan sangat jelas dan bening.

Menatap kedua mata itu, menelusuri wajah itu.
Telah kudapatkan fakta yang kucari-cari.
Bahwa diriku adalah sebuah kebodohan yang berjalan.

Kenaifan yang tak lekang waktu dan kekonyolan yang terlanjur mendarah daging.

Aku menatap tajam kedua bola mata yang juga balas menatapku tajam itu. Dengan mudah kutangkap kedangkalan pikirannya dan  terbaca jiwanya yang tak pernah dewasa.

Dia terkukung disana, dalam dimensi waktu yang telah berlalu, terbelenggu dalam tubuh dewasa namun dengan jiwa yang tak matang.

Kutatap dan berusaha kuterjemahkan lebih diri yang terpantul di depanku. Kutermangu, tak ada lagi yang bisa kuutarakan, ia bukan pribadi rumit yang harus digambarkan dalam rangkaian kata cerdas dan berkelumit.

Ia hanyalah ia.

Yang bahkan tak mengerti apa yang orang-orang di luar sana ributkan.

Yang bahkan tidak mengerti ia hidup di dunia seperti apa. Ia sebuah kebodohan berjalan.

Yang tak bisa menangkap esensi dari berbagai peristiwa disekelilingnya.

Ia yang hanya bisa menertawakan kenaifan dan kedangkalannya. Ia yang terus berjalan dengan ketidaktahuannya, berusaha bertahan dengan kebodohan yang tak bisa disingkirkannya.

Pantulan itu adalah aku. Aku adalah sang Pantulan.

28 December 2008,
11:51 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s