Hidup Perantau!

Hidup Perantau!

Uaaa…

Lama tak jumpa diaryku sayang…hehe

Hari ini Idul Adha lho!

Idul Adha keduaku di tanah Jawa. Tetap saja biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa, tak ada yang spesial, tak ada yang berkesan. Lagi-lagi hanya kuhabiskan di rumah tanteku.

Ei…kadang-kadang aku berpikir, memangnya lebaran jauh dari orang tua sebegitu menyedihkannya ya? Karena menurutku biasa-biasa aja. Tak ada kesedihan tertentu yang mengiris kalbuku tuh..

Apa ini ya yang disebut hati yang sudah membeku?

Haha, entahlah, yang jelas aku tak begitu mengerti kesedihan dan tangisan yang dilantunkan para perantau lain (baca: teman-temanku yang lain) beberapa hari ini ketika teman-teman yang berasal dari jabodetabek bersorak sorai tentang kepulangan mereka.

Aku tak mengerti karena aku tak merasakan kesedihan semendalam itu, jujur saja.

Bagiku, dibandingkan berada jauh dari orang-orang yang membesarkanku, lebih sedih dan menghancurkanku jika keberadaanku terhapuskan dan terlupakan. Hanya itu pintaku. Agar tak terlupakan. Makanya, seberapa jauh pun jarak membentang di antara aku dan orang-orang yang berharga bagiku, selama mereka mengingat dan merindukanku, itu sudah cukup.

Tak perlu ada tangisan, tak perlu ada keluhan.

Hidup perantau menurutku tak semenyedihkan itu teman!

Ingin kukatakan pada teman-temanku itu, daripada mengeluh, lebih baik ia mensyukuri nikmat Allah yang membuatnya bisa merasakan sisi lain kehidupan di belahan lain bumi ini.

Tak masalah jauh dari orang-orang yang kita sayang, selama kita saling mengingat. Itu sudah cukup. Itu sudah cukup.

Aku pribadi, sangat mensyukuri keberadaanku di sini. Aku mengenal banyak orang. Aku mencicipi berbagai rasa kehidupan. Aku menghirup berbagai udara yang melingkupi setiap langkah perjalananku di sini.

Tak ada yang kusesali.

Akulah yang memilih jalanku ini, dan aku menikmatinya.

Yahh,,, meskipun tak bisa dipungkiri, aku butuh waktu cukup lama untuk dapat menyesuaikan diri dengan irama baru sebagai mahasiswi perantau.

But,,I’m happy!

Jangan menangis teman, nikmati hidup kita sebagai para perantau!

Okay?

Hidup perantau!!

(“)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s