ANDAI WAKTU SUDI BERHENTI

ANDAI WAKTU SUDI BERHENTI

Oik…

Guys, pernah nggak berpikir untuk menghentikan putaran bumi?

Kadang-kadang aku berharap, bumi istirahat sebentar dari rotasinya dan memberikanku waktu sedikit untuk bernapas di tengah derasnya arus waktu ini. Kuharap, dengan begitu aku punya lebih banyak waktu untuk memikirkan hidupku. Haha, mungkin ini hanya harapan dari seorang yang pemalas sepertiku. Yang selalu berharap dunia ini sesantai pikiranku. Yah, meski pada akhirnya aku harus terima kenyataan, dunia tak akan pernah sesantai aku. Hehe

Mungkin, kau akan beranggapan, aku hanya ingin kabur sejenak dari masalah-masalahku, atau aku hanyalah seorang pengecut yang ingin membuat alasan untuk menghindar dari menghadapi kesulitan-kesulitan yang kuhadapi. Yah, mungkin kau ada benarnya. Aku memang seorang pengecut. Itu fakta tak terbantahkan. Aku sering berkata pada orang-orang sekelilingku bahwa aku tidak menyukai kerepotan dan selalu menghindari hal-hal yang ribet, tapi setelah kupikir-kupikir, tanpa benar-benar kusadari aku  hanya lari dari setiap tantangan yang dihadapkan padaku. Tidak berani menghadapinya dengan serius dan hanya melakukannya setengah-tengah karena takut jika kulakukan dengan serius tapi ternyata hasilnya tetap tak seperti yang diharapkan orang-orang di sekitarku, aku akan menyadari besarnya kekuranganku.

Mungkin, ini salah satu caraku melindungi diriku yang rapuh dan takut kecewa. Mungkin? Pastinya kau akan merasa aneh, kenapa aku tidak begitu memahami diriku dan hanya berani berkata mungkin. Aku baru memulai memahami diriku sedikit demi sedikit ketika umurku sudah begini?? Memalukan memang, tapi yah, harus kuakui, aku telat memahami diriku.

Yah, mungkin aku lebih pengecut dari yang kubayangkan. Aku sering tidak berani berhadapan langsung dengan ketidaktahuanku dan lebih memilih untuk tidak mencoba sama sekali. Aku selalu takut dengan setiap hal baru. Aku takut setiap kali menyadari perubahan orang-orang di dekatku dan mendapati, I’m the only one who’s left behind. Ketika mengalami sedikit benturan pun, aku sering memilih untuk melindungi diriku dengan hanya melakukan usaha seadanya dan tidak pernah berharap lebih. Aku selalu berharap jadi orang biasa-biasa saja di tengah ekspektasi orang lain yang begitu tinggi akan nilai diriku.

Acap kali kukatakan pada mereka, aku tidak sequalified yang mereka pikirkan, tapi mereka malah  beranggapan aku hanya berlagak rendah diri. Haaah, kadang aku berpikir, ekspekstasi orang-orang di sekelilingku yan berlebihan atau hanya aku yang tidak berani mengeluarkan semua kemampuanku karena takut kecewa ternyata I’m really nothing?

Entahlah teman, memikirkan ini, aku jadi berharap waktu berhenti berdetak dan biarkan saja aku menjalani hidupku dengan santai tanpa beban. Aku…benar-benar bingung ingin bersikap seperti apa, di satu sisi, aku ingin memenuhi ekspekstasi orang-orang yang percaya aku memiliki kemampuan untuk itu, namun di sisi lain, pengecut di dalam diriku begitu kuat ingin menguasai tubuh ini dan membawanya terus untuk berlari dari semua.

Aku ingin bumi berhenti berputar sejenak saja, tapi setelah dipikir-pikir lagi, kalaupun waktu sudi berhenti untukku, apa benar aku akan menemukan resolusi, mengalahkan si pengecut dan berhenti berlari??

Ha… entahlah teman, bagaimana menurutmu?

Kamis, 07 Januari 2010

2:54:37

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s