Rapuh

Rapuh

rapuh itu akan selalu ada
menemani setiap hembusan nafas yang terengah
bersikeras bertahan disana
di sudut kelabu hati yang patah

entah biru entah kelabu
tak peduli apapun warnanya
ia melekat tak melunak
meski lelahku berusaha menghapusnya
letih…
sesak…
tak kunjung hilang
menghimpit, ia tak kunjung tiada

rapuh itu melekat disana
membungkus hatiku yang semu
menyamarkan apa yang harusnya terlihat
membuyarkan setiap cita

rapuh itu tak ingin melepasku
menggenggam kakiku erat
setiap kuberusaha melangkah
merantai jiwa yang ingin lepas
mengaburkan setiap setapak yang terbentang
membuatku terhenti di kerikil yang sama
melumatku perlahan-lahan,
menghancurkan hati yang lemah ini
hingga nantinya…
ketiadaan itu sendiri yang kan melepaskanku
dari belenggunya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s