Kelanjutan OneManga

Kelanjutan OneManga

Telah berlalu beberapa sejak pengumuman penutupan Onemanga. Untungnya, penutupan dan penghapusan database mereka tidak bisa selesai dalam satu hari saja, sehingga sampai hari ini kita masih bisa menikmati scanlation manga-manga favorit kita.

Pengumuman yang tampil ketika membuka Homepage Onemanga

Yah, seperti tulisan yang di bold pada pengumuman yang tampil tersebut, memang akan selalu ada akhir untuk segalanya, bahkan untuk hal yang baik sekalipun.

Semoga saja ketika penutupan Onemanga telah benar-benar selesai dan kita tidak akan bisa mengaksesnya lagi, akan mucul situs-situs lain yang bisa sepadan dengan Onemanga .

Aku sedikit kecewa sebenarnya dengan keputusan Onemanga untuk menutup situsnya. Situs yang telah menemani para penggemar manga dari seluruh dunia selama bertahun-tahun itu tidak akan mudah dilupakan. Mudah-mudahan, keputusan ini merupakan keputusan yang terbaik buat kita semua.

Meskipun aku tetap sedih, hiks..T.T

Mari kita manfaatkan waktu yang tersisa ini dengan sebaik-baiknya!

\(TT_TT)/

Berita Duka: One Manga ditutup!

Berita Duka: One Manga ditutup!

hiks…

setelah sekian lama nggak sempat nge-wifi, akhirnya hari ini aku sempat!

Tapi, sedihnya, ketika aku membuka situs favoritku, Onemanga.com, terdapat pemberitahuan bahwa situs yang sudah lama menjadi pelipur laraku itu akan ditutup!!

;((

hiks, sungguh menghancurkan hatiku membayangkan hari-hari tanpa onemanga dimana aku bisa mendapatkan semua chapter terbaru manga2  favoritku!!

Huuuhuu,, dari pesan yang ditampilkan di halaman awal ketika membuka homepage nya, dinyatakan karena ada masalah dengan para penerbit manga yang keberatan manga-manga terbitan mereka di upload di situ, onemanga memutuskan untuk menutup situsnya untuk menghormati mereka.

And it happens that this week will be the last week we could see onemanga!!!

Benar2 berita duka…

;'((

I hate Cat 2!

I hate Cat 2!

Akhirnya, aku dapat kesempatan juga untuk menjelaskan postinganku sebelumnya!

Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Mengingatnya saja membuatku benar-benar ingin mematahkan sesuatu. Really getting on my nerves!! Reaalllllllyyyyyyyyyyyyyyy succcccccckkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!

Huft, Hari Sabtu lalu, 17 juni 2010,  kunyatakan aku benci kuciiiiiiiiiiiiinggggggggggggggggggggg sebenci-bencinya!!!!!!!!!!

Argggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!

Seandainya mematahkan leher kucing jelek itu tidak sama dengan melakukan pembunuhan hewan kesayangan Rasullullah SAW, pasti sudah kulakukan malam itu. Benar-benar dah, benar-benar membuat darahku naik ke kepala.

Kalian pasti tidak akan bisa menebak, apa yang bisa dilakukan seekor kucing kecil untuk merusak malamku yang seharusnya menyenangkan!! Sabtu, 17 juni 2010. Hari yang kuputuskan sebagai pakta antara aku dan diriku sendiri bahwa aku benci kucing!!!!

Huft!!!

Hah, sepertinya aku membuat orang bingung dengan marah-marah tanpa menjelaskan kronologis kejadian ya. Okeh, aku akan merunut kejadiannya. Sabtu kemarin, 17 Juni 2010 siang, sepulang ujian praktikum Analisis Numerik, aku dan seorang sahabatku memutuskan untuk berkunjung ke festival kebudayaan korea yang diadakan di Hotel Salak, Bogor. Kami berangkat dari kosanku pukul dua siang, tanpa prasangka apapun, tanpa merasakan kehadiran penyusup kecil si*l itu, aku menutup pintu kosanku dan kami pun melaju menuju Hotel Salak.

Setibanya di tempat tujuan, masih tanpa prasangka apapun, kami berkeliling stan-stan yang ada (yang karena kesorean, sudah banyak yang tutup) dan juga sempat menonton film korea tentang tsunami yang sedang diputar di aulanya. Bosan karena tidak banyak yang bisa kami lakukan di festival tersebut, kami memutuskan untuk pergi nonton.

Dalam perjalanan menuju mall tempat kami akan nonton, hapeku bergetar menandakan ada sms masuk. SMS dari seorang teman kosan ternyata. Isinya sungguh di luar perkiraanku yang mengira dia Cuma mengirim SMS iseng. SMS nya berbunyi, “Ada kucing kecil malang yang terkurung di kamarmu.”.

Deg.

Aku merasakan firasat buruk. Aku sudah bisa membayangkan apa yang terjadi jika kucing-kecil-menyebalkan-yang-seenaknya-masuk-kamar-orang itu bisa melakukan apa saja di kamar yang menguncinya selama hampir 8 jam nantinya itu. Hah, aku benar-benar tidak menyadari kapan kucing itu menyelinap masuk.  Karena masih di jalan dan tidak mungkin balik sekarang, saat itu aku tidak terlalu ambil pusing dan meminta temanku itu untuk meminta kunci cadangan kamarku kepada penjaga kosan—yang ternyata tidak ada di tempat hingga aku pulang nantinya.

Setibanya di tujuan kedua kami, aku masih santai dan tidak terlalu peduli. Kami membeli tiket film dan menunggu waktu putar filmnya sambil makan. Pada awal film diputar nantipun, aku masih nyantai. Namun, di tengah cerita film yang sedang seru-serunya, sms dari teman sekosanku yang lain masuk yang berbunyi, “Lindungilah kucingnya ya Allah, kok ada yang tega menguncinya di kamar berjam-jam, ckckck.”

Seketika darahku naik ke kepala. Meski tahu dia hanya bercanda, aku berusaha menahan kesalku dan hanya menjawab, “heh, orang ga sengaja..”. Tapi, bukannya merasakan kekesalanku, dia malah memancing kemarahan dengan menjawab, “Masa?”

Hey, hello! Siapa juga yang sudi kamarnya dimasuki kucing kotor itu! Beruntunglah Inception yang kutonton malam itu mengalihkan perhatianku hingga aku tak perlu mengeluarkan energi berlebih pada temanku itu-yang memang membuat orang kesal adalah bakatnya—karena nantinya akan kuperlukan ketika pulang nanti.

Letih dan tidak banyak yang bisa dilakukan lagi, setelah filmnya selesai, kami berkeliling sebentar,dan langsung pulang. Tebak, apa yang menungguku ketika aku dan temanku yang masih letih tiba di kosanku dan membuka pintu kamar—yang malam itu jadi pintu WC—pemandangan kucing br*ngs*k  itu berbaring dengan nyamannya di ranjangku dengan kotorannya di atas kasurku. Ya! DI ATAS KASURKU! KASURKU JADI WC BUATNYA!!! Bayangkan aroma yang kami hirup ketika pertama kali membuka pintu!! Sontak, aku histeris dan mengamuk menatapnya. Aku berteriak marah seperti orang gila di depan pintuku sampai-sampai seorang kakak kelas yang sedang pacaran di teras menghampiriku dan bertanya apa yang terjadi.

Haft, benar-benar malam yang heboh, aku sampai menendang kucing itu jauh-jauh—yang entah kenapa tanpa rasa bersalah tetap terus menghampiri kamarku. Aku meneriakinya meski tau itu tidak berguna. Hah, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku marah sampai hilang kontrol seperti itu.  Biar kuberitahu terlebih dulu, hidungku sensitif terhadap bau, dan kau tak tahu betapa bau kotoran binatang seperti itu menyiksaku.

Pukul setengah sebelas malam, aku dan temanku—really thanks to her—menyiram kamarku dengan air (nyaris bisa dibilang membanjirinya) dan mengepelnya berkali-kali. Karena kau tahu, tidak hanya kasurku, kucing tak berotak itu juga menjadikan sudut-sudut kamarku sebagai lobang kloset. Kami membersihkan kamar nyaris 2jam. Letih, kesal, tak terbendung menumpuk. Seandainya kewarasanku tak mengambil alih, mungkin tengah malam itu juga aku akan melabrak pemilik kucing itu. Untunglah, sampai tulisan ini kutulis pemiliknya tidak menampakkan wajahnya di depanku, kalau tidak, aku tidak tahu apa saja yang akan kulakukan padanya.

Aku dan temanku—yang malam itu menginap di kamarku—menutup hari yang melelahkan itu dengan terpaksa tidur di lantai. Aku yang masih mencium bau kotoran di ujung hidungku, menyemprotkan parfum bahkan sampai ke bantalku. Temanku yang sabar itu untungnya tidak berkomentar—thanks again to her. Aku benar-benar frustasi dengan baunya sampai-sampai, jika keletihan tak mengambil alih kesadaranku, mungkin aku tidak akan tidur sampai pagi.

Hah, dan jika kau katakan, konyol bagiku membenci seluruh ras kucing hanya karena ini, mungkin kau perlu tahu rasanya ketika kamar berisi kotoran kucing. Huft.

Really, really, what a day.

Semester Pendek

Semester Pendek

Weis, karena udah lama nggak ngenet jadinya ni blog terabaikan dah, hehe.

Gomenne~

Semester empat udah berakhir  nih, untungnya dengan catatan “SAFE”!

Beasiswaku berhasil kupertahankan, meski jatah yang kemarin ga bakal dikasih sih, ya sudahlah,  yang penting ke depannya aku ga boleh kepleset lagi kayak semester tiga kemaren!

Yo semangat!

Liburan semester empat ini kuhabiskan dengan mengambil mata kuliah semester pendek dari departemen matematika. Seperti biasa, lagi-lagi interdept dari mate ini menyiksaku perlahan-lahan. Huft, sepertinya aku memang ga bisa berhubungan baik dengan mate, haha.

Senin depan malah udah UTS coba, padahal aku bahkan belum memegang esensi dari mata kuliah. Yah, tapi dari pada membusuk ga jelas tanpa rencana liburan apah-apah, yah mending kuliah ya..

Tidak banyak yang bisa kuceritakan tentang matkul ini, selain bahwa untuk mengerti matkul ini benar-benar, kita harus lulus (bukan LOLOS) matkul aljabar linier, kalkulus I dan II atau kalkulus lanjut, juga sedikit organisasi komputer yang bagian representasi bilangan.

Kuharap, aku bisa dapet minimal B, supaya semester depan aku nggak perlu terlalu sesak napas.

Yay, semangat, semangat!