Dilema Akhir Tahun

Dilema Akhir Tahun

Aku tak tahu apa harus terus berjalan atau berhenti

meniti jembatan yang sangat kutakuti,

Aku, takut tak akan bisa kembali lagi,

ke duniaku yang nyaman dan aman.

Tapi magnet itu terus mencoba menyeretku,

memaksaku hingga ke depan jembatan panjang itu,

menggodaku untuk terbang menghampiri dunia asing di seberangnya.

Meski kaki ini berusaha menghujam tanah,

menancapkan pertahanan agar tak terseret oleh energinya,

berat…

Setengah hatiku berteriak untuk kembali,

sementara setengah lagi penasaran dengan negeri seberang.

Apakah terang dan hangat disana, tanyanya.

Aku masih termangu disini,

di depan kemegahan dan dinginnya jembatan itu.

Apakah aku tak akan terpeleset dan jatuh ke dalam kegelapan yang menanti di bawahnya

ketika berusaha mencapai ujungnya?

Apakah jembatan itu akan tetap kokoh menahan bobotku?

Setengah hatiku resah bertanya.

Kegelapan di bawahnya menatapku mengancam,

meniupkan angin dingin hingga ke tengkukku.

Aku, terlalu pengecut untuk maju,

dan terlalu bodoh untuk menyerah.

Apa yang kutunggu, dan apa yang menungguku di sana?

Apa yang menarikku hingga meragu di depan jembatan yang paling kuhindari?

Rentetan tanya tanpa jawab yang terus menggema..

Aku masih termenung, hingga menahun, antara bertahan atau memacu langkahku..

3 thoughts on “Dilema Akhir Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s