Renungan Sukhoi

Renungan Sukhoi

“Sedih liat berita pesawat sukhoi,😦 , seandainya maut juga menjemputku tiba-tiba seperti itu, maafkan kesalahanku lahir batin ya.”

Begitu bunyi sms yang masuk ke ponselku sore ini. SMS dari seorang sahabat lama itu menyentakku. Hmm, dia benar, batinku. Begitu gampangnya nyawa teregang jika Sang Khaliq menginginkannya. Jatuhnya pesawat sukhoi superjet 100 tersebut yang didaulat baik-baik saja menjelang keberangkatan, mengisyaratkan kuasaNya tentang segala hal. Apapun bisa terjadi.

Lokasi jatuhnya pesawat tersebut di gunung Salak juga membuatku berpikir betapa dekatnya kematian itu sendiri. Dimana, kapan , dan bagaimana, sungguh misteri. Begitu dekat, tapi juga terasa begitu jauh.

Disini aku masih membuang waktuku, mengeluhkan ini dan itu. Sudah saatnya aku menghargai detikku., batinku lagi. SMS sahabatku tersebut juga membuatku bertanya-tanya, bekal apa yang sudah kupunya untuk menghadapi hisabNya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s