“Tau-tau”

“Tau-tau”

Yap, “tau-tau”. Mungkin itu adalah satu kata tidak baku yang cocok menggambarkan lika-liku hidupku. Aku pun selama ini tak terlalu memperhatikannya, namun ketika seorang sahabat menyebut hidupku seperti itu, terpikir juga olehku. Ternyata memang bisa dikatakan “tau-tau”. Dua puluh satu tahun hidupku, ada banyak hal yang tidak kurencanakan dengan baik, namun tiba-tiba menghampiriku: “tau-tau”.

Aliran waktuku yang kubiarkan mengalirkan begitu saja tanpa usaha berarti untuk mengarahkannya, mengantarkanku pada belokan-belokan dan poin-poin yang muncul begitu saja. Allah sayang padaku, itu salah satu alasan ke-tau-tau-an hidupku, mungkin. Haha.

Jika dirunut lagi dengan seksama, ke-tau-tau-an itu mungkin jelas terbentuk sejak aku memasuki masa sekolah dasarku. Tanpa pernah merasa mati-matian belajar, tau-tau aku selalu juara di kelasku. Walaupun pada saat sekolah menengah pertama, aku tak seberuntung itu, tapi untuk setiap lomba akademik yang kuikuti, aku selalu tau-tau minimal lulus babak penyisihan. Lucu kadang, menyebalkan mungkin untuk beberapa orang yang merasa berusaha lebih keras daripadaku.

Kejutan itu juga berlanjut pada masa putih abu-abuku. Aku yang tau-tau menjadi ketua ekskul majalah dinding di sekolahku tanpa pernah punya pengalaman memimpin sebuah organisasi sebelumnya. Tau-tau juga di tahun yang sama, meraih peringkat 2 olimpiade komputer tingkat kota. Kejutan selanjutnya, yaa, tau-tau aku mendapatkan undangan masuk IPB.

Lanjut dengan tau-tau yang lain, aku bahkan kini tau-tau telah menyelesaikan 8 semester di IPB, dan melewati sidang tugas akhirku dengan aman. Meskipun gelar S.Komp sampai saat ini belum tau-tau kudapatkan, haha. Kuharap tau-tau yang itu datang dengan lebih cepat dan tahun ini aku bisa berkata dengan bahagia “Woa, tau-tau aku wisuda”. ^^

Hari ini juga seharusnya aku menjalani hari pertama dari pekerjaan yang tau-tau ditawarkan padaku saat sedang menjalani sidang. Namun, pekerjaan ini juga tau-tau tidak mengharuskanku datang secara reguler minggu ini, meskipun aku telah datang ke kantornya pagi ini bahkan sebelum pintunya dibuka. (~..~) . Yaa, berita baiknya, aku memang sedang tidak enak badan, dan ini tentunya memberikanku waktu istirahat untuk memulihkan tubuh rongsokku, haha.

Ya, kurasa ke-tau-tau-an yang diberikan Allah padaku, karena Allah tahu aku tak sepintar itu dalam merancang kehidupanku, jadi Dia memudahkanku dengan menyediakan pilihan di depan mataku. Alhamdulilah.
Aku mensyukuri hidupku yang serba tau-tau ini. Tapi, sesuatu menganggu pikiranku, jikalau seseorang tau-tau memutuskan untuk masuk ke dalam kehidupanku yang serba tau-tau ini, apakah dia akan juga tau-tau menghilang seperti kehadirannya yang juga tau-tau? Hmm.

Kala ke-tau-tau-an ini membawaku pada posisi yang menggetirkan, kuharap pada saat itu, aku akan tetap ingat semua tau-tau yang membahagiakanku. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s