[JOB SEEKER] PPS IT BRI 2012

[JOB SEEKER] PPS IT BRI 2012

Right, it’s been like forever since I wrote something useful. Haha

Yeah, kali ini aku akan bercerita sedikit mengenai kegagalanku. Kegagalan yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Eaa, sok bijaksana. ­čśÇ

Cerita ini sebenernya udah bisa dibilang nyaris basi, secara ini sudah berlalu lebih dari seminggu lalu. Tapi tak apalah kita ceritakan ulang saja.

Jadi begini ceritanya sodara-sodara, bulan lalu, IPB mengadakan jobfair tahunannya dan BRI ikut berpartisipasi di dalamnya. Setelah melewati panjangnya antrian yang WOW, aku iseng mendaftarkan namaku di booth BRI untuk mengikuti proses seleksi Program Pengembangan Staf (PPS) IT-nya. Berhubung aku punya IPK yang lumayan (agak nyombong dikit :p ), dipanggillah diriku ini untuk mengikuti tahap selanjutnya setelah seleksi berkas, yaitu wawancara awal.

Berhubung ini wawancara kerja pertamaku di perusahaan besar, aku (dengan sangat tidak biasanya) mencari-carilah cerita-cerita netizen tentang PPS BRI. Kebanyakan menyatakan bahwa programnya sangat bagus dan memberikan jaminan kehidupan yang oke. Semakin tertariklah aku (Dasar matre :P) hehe. Menurut para netizen juga, proses seleksinya sangat ketat dan bohong jika tidak perlu dunia perbankan meski ngelamarnya buat IT. Berbekal dari petuah-petuah veteran seleksi PPS BRI, aku pun berusaha menghapal profil BRI dan beberapa istilah perbankan.

Tibalah hari wawancara. Dengan mengenakan blazer hitam (hasil pinjaman ^_^), aku berangkat jam6 pagi lewat dikit dari kosan. Kepagian emang, saking takutnya aku kejebak macet menuju tempat wawancara. Walaupun memang kejebak macet, aku berhasil tiba setengah jam sebelum waktu wawancara, yaitu jam setengah delapan. Beberapa orang dengan setelan yang kinclong dan rapi jali terlihat berkumpul di depan ruangan wawancara. Namun, sodara-sodara, Read more

Sekedar renungan tengah hari

Sekedar renungan tengah hari

Sejak pertama kali aku menerbitkan blog ini, aku tidak pernah berharap jati diriku sebagai pemilik blog ini akan diketahui oleh beberapa orang terdekatku. Hal ini membuatku sedikit lebih berhati-hati menuliskan pikiranku. Ya, harusnya jika aku memang tidak berniat ketauan sama sekali, dari awal aku tidak menulis sesuatu yang bisa diakses seluruh orang dunia seperti blog ini dan tidak membahas kehidupan mahasiswaku. Tapi aku hanya ingin berbagi, ingin mengeluarkan semua yang bercokol di otakku, yang menggerogoti maupun yang membuatku hepi.

Bukannya aku tidak punya teman berbagi di dunia nyata, hingga harus curhat di blog yang bahkan pengunjung hariannya hampir selalu berjumlah 1 digit ini. Aku hanya ingin seseorang di luar sana, yang tak kuketahui wujudnya, memberikan pendapat objektifnya tentang tulisan-tulisanku, pikiran-pikiranku, tanpa terbatasi oleh basa-basi yang  basi, yang biasanya kita praktekkan di dunia nyata. Ya, itu tujuan awalnya. Namun, faktanya, yang berkunjung dan berkomentar di sini pada akhirnya tetaplah orang-orang yang mengenalku. -__-. Yah, failed mission. Bisa dibilang begitu.

Meski begitu, aku tetap berusaha meneruskan tulisan-tulisanku di sini. Berharap ini bisa membantuku mengatur pikiran-pikiranku yang bentuknya seperti benang kusut dan tak terstruktur. Karena ada banyak hal yang tidak bisa kuungkapkan dengan baik secara lisan, dengan menuliskannya, kuharap aku dan orang lain bisa memahami diriku lebih baik lagi. Yaa, aku akan tetap berusaha menulis di sela-sela kehidupanku yang terbelenggu oleh rasa malas dan berbagai alibi yang kubuat sendiri. Semoga saja, nanti aku akan punya lebih banyak pengunjung lagi yang rajin berkomentar di blog yang tidak banyak berisi ilmu ini, haha. Aamiin.