Sekilas Tentang Kecerdasan Buatan

Sekilas Tentang Kecerdasan Buatan

Hari ini iseng membongkar file-file lama, dan foila!  Aku menemukan sebuah file lama tugas mata kuliah Kecerdasan Buatan.

Semoga bermanfaat!😀

TUGAS RESUME CHAPTER I

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Definisi kecerdasan buatan dapat kita bagi ke dalam empat kategori yaitu:

  1. Sebuah sistem yang berpikir seperti manusia
  2. Sebuah sistem yang bertindak seperti manusia
  3. Sebuah sistem yang berpikir rasional
  4. Sebuah sistem yang bertindak rasional

Pendekatan yang berpusat pada manusia merupakan sebuah sains yang empiris, mencakup penegasan hipotesis dan percobaan. Sedangkan pendekatan yang rasional melibatkan sebuah kombinasi dari matematika dan teknik. Peneliti-peneliti dalam tiap kategori kadang saling menjelekkan pencapaian masing-masing, namun kenyataannya, tiap kelompok tersebut telah menghasilkan pengetahuan-pengetahuan yang  berharga.

Bertindak seperti manusia : Pendekatan Tes Turing

Pendekatan tes Turing yang ditemukan oleh Alan Turing memberikan definisi yang memuaskan untuk pengertian kecerdasan. Untuk melewati tes tersebut, sebuah komputer harus memiliki kemampuan: pemrosesan bahasa alami, penyajian pengetahuan, automated reasoning, dan machine learning. Ada lagi yang namanya total Turing test, dimana untuk lulus tes ini komputer harus memiliki daya lihat untuk mengenali objek dan robotik untuk bergerak.

Berpikir seperti manusia: Pendekatan Pemodelan Kognitif

Untuk mengatakan sebuah program berpikir seperti manusia, sebelumnya harus ada terlebih dahulu penetapan tentang bagaimana manusia berpikir. Caranya melalui introspeksi atau melalui percobaan psikologi. Cabang ilmu pengetahuan sains kognitif berusaha menggabungkan model komputer dari kecerdasan buatan dan teknik percobaan dari psikologi untuk membentuk suatu teori yang tepat tentang cara kerja pikiran manusia. Sains kognitif yang sejati, mengambil dasar dari penelitian pada manusia atau binatang yang sebenarnya. Oleh karena itu, sains kognitif dan kecerdasan buatan merupakan dua cabang ilmu pengetahuan yang saling mendukung satu sama lain.

Berpikir rasional: Pendekatan Hukum Pikiran

Hukum pikiran berupa silogisme yang telah ditemukan oleh Aristoteles memulai munculnya bidang logika. Bidang logika mencari solusi suatu permasalahan (jika solusinya memang ada) setelah mengubah deskripsi permasalahannya ke dalam bentuk notasi logika. Yang disebut tradisi logika dalam kecerdasan buatan, diharapkan dapat membangun sebuah program untuk menciptakan sistem yang cerdas.

Bertindak rasional: Pendekatan agen rasional

Bertindak rasional berarti bertindak untuk mencapai suatu tujuan, sesuai keyakinannya. Sedangkan agen adalah sesuatu yang merasa dan bertindak. Kecerdasan buatan dipandang sebagai pembelajaran dan pembentukan agen rasional.

Dalam pendekatan hukum pikiran, semua penekanannya adalah pada penarikan kesimpulan yang benar, dan penarikan kesimpulan yang benar kadang juga merupakan bagian dari menjadi seorang agen rasional. Perlu diperhatikan, penarikan kesimpulan yang benar bukan merupakan keseluruhan dari rasionalitas, karena seringnya terjadi situasi dimana tidak ada hal yang benar untuk dilakukan, tapi tetap diharuskan untuk melakukan sesuatu.  Juga masih ada cara untuk bertindak secara rasional tanpa perlu melibatkan penyimpulan.

Semua keahlian kognitif yang dibutuhkan untuk tes Turing juga memenuhi tindakan rasional. Dengan begitu, kita membutuhkan kemampuan untuk menjabarkan pengetahuan dan berpikir berdasarkan itu karena hal ini memungkinkan kita untuk mendapatkan keputusan yang bagus dalam berbagai macam situasi.

Studi tentang kecerdasan buatan sebagai agen rasional memiliki dua keuntungan. Pertama, karena pendekatan ini lebih umum daripada pendekatan hukum pikiran, karena penarikan kesimpulan yang benar hanyalah sebuah mekanisme yang berguna untuk mencapai rasionalitas, bukan yang benar-benar dibutuhkan. Kedua, pendekatan ini lebih diterima secara ilmiah daripada pendekatan berdasarkan pikiran atau tingkah laku manusia, sebab standar rasionalistasnya didefinisikan dengan jelas dan benar-benar umum.

Yang perlu dicatat adalah, untuk mencapai rasional yang sempurna—selalu melakukan hal yang benar—tidak mungkin dicapai dalam lingkungan yang rumit.

Pondasi Kecerdasan Buatan

Meskipun bidang kecerdasan buatan berumur relatif muda, namun ia telah mewarisi banyak ide, sudut pandang dan teknik-teknik dari berbagai disiplin. Dari bidang filosofi, AI mewarisi teori-teori penarikan kesimpulan dan pembelajaran, juga sudut pandang bahwa pikiran terbentuk dari serangkaian operasi sistem fisik. Teori-teori filosofi yang berpengaruh pada AI antara lain: silogisme, dualisme, materialisme, empirisme, teori induksi, positifisme logis, kalimat observasi, teori konfirmasi, dan  means-end analysis. Filosofi memberikan penjelasan tentang hubungan antara pengetahuan dan tindakan yang merupakan hal vital dalam AI.

Dari matematika, AI mendapatkan teori formal logika, probabilitas, pengambilan keputusan dan komputasi. Para filosofer telah memberikan gagasan penting tentang AI, namun untuk membuat lompatan dalam sains, teori matematika tentang komputasi, logika dan probabilitas mutlak diperlukan. Dari area komputasi yaitu yang telah menopang AI adalah penemuan algoritma, teorema ketidaksempurnaan, intractability ,dan juga konsep penting dalam teori kompleksitas yaitu teori reduksi, serta teori NP-completeness yang memberikan metode untuk mengenali masalah yang intractable.

 Kontribusi matematika yang tidak kalah pentingnya adalah teori probabilitas. Banyak ilmuwan yang telah menemukan metode-metode statistik yang berpengaruh pada AI seperti Bernoulli, Pascal, dan Bayes. Teori Bayes dan bidang lanjutan analisis Bayes telah membentuk basis pendekatan modern bagi uncertain reasoning dalam sistem AI. Decision Theory yang dipelopori oleh John Van Neumann dan Oskar Morgenstern mengombinasikan teori probabilitas dengan teori utilitas dan telah menghasilkan teori umum pertama yang dapat membedakan antara tindakan yang baik dan yang buruk. Teori ini adalah penerus matematika utilitarianisme yang memberikan dasar bagi banyak rancangan agen AI.

Dari psikologi, kita mendapatkan alat untuk menyelidiki pikiran manusia, dan suatu bahasa ilmiah dalam mengungkapkan teori yang dihasilkan. Dari ilmu bahasa, kita mendapatkan makna dan struktur dari bahasa. Dan dari ilmu komputer, kita mendapatkan alat untuk membuat AI menjadi nyata.

Sejarah Kecerdasan Buatan

AI sendiri merupakan bidang keilmuan yang berumur relatif muda. Namun pengembangannya sendiri sudah dimulai sejak tahun 1943. Karya pertama yang bisa dikatakan sebagai AI dilakukan oleh Warren McCulloch dan Walter Pitts. Mereka mengusulkan sebuah model neuron artifisial dimana setiap neuron  digolongkan dalam kondisi “on” atau “off”, dengan perubahan pada “on” terjadi sebagai respon terhadap rangsangan yang diberikan oleh sejumlah neuron lain yang berdekatan. Karya mereka ini dikatakan sebagai pelopor bagi tradisi logis dalam AI dan tradisi connectionist. Istilah artificial intelligence sendiri merupakan nama yang lahir dari workshop yang dilakukan di Darmouth College oleh John McCarthy dan rekan-rekan ilmuwannya pada tahun 1956.

Pada awal-awal kelahirannya, sejarah AI penuh dengan kesuksesan dalam artian yang terbatas. Antusiasme dan harapan besar pada bidang ini di tahun 1952-1969. Penemuan General Problem Solver menandai awal pendekatan “berpikir seperti manusia” pada AI. Pada tahun 1958, McCarthy menemukan bahasa pemrograman tingkat tinggi Lisp yang nantinya akan mendominasi bahasa pemrograman untuk AI. Pada tahun yang sama, McCarthy juga menerbitkan makalah yang menjelaskan tentang program Advice Taker yang bisa dikatakan sebagai sistem AI yang pertama yang sempurna. Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan AI berlanjut dalam pembuatan sistem cerdas yang mampu menyelesaikan berbagai masalah, contohnya program STUDENT yang dibuat oleh Daniel Bobrow yang dapat menyelesaikan soal aljabar.

Namun, perkembangan AI yang terlihat menjanjikan bukannya tanpa hambatan. Periode 1966-1974 merupakan masa dimana AI harus membentur realita yang menghambat perkembangannnya. Kesulitan pertama yang muncul disebabkan oleh program-program awal yang seringnya hanya memuat sedikit atau tidak sama sekali pengetahuan dari subjek yang menjadi masalahnya, dan sukses dengan cara manipulasi sintaksis sederhana. Masalah kedua adalah banyaknya masalah yang sulit AI pecahkan. Kebanyakan program-program awal AI bekerja dengan mengemukakan fakta dasar dari masalah lalu mencoba serangkaian langkah untuk menyelesaikannya, menggabungkan beberapa langkah hingga yang solusi yang benar ditemukan. Kesulitan ketiga muncul dikarenakan batasan pokok pada struktur dasar yang digunakan untuk membentuk perilaku cerdas. Banyaknya penelitian yang terhambat, mengakibatkan para investor di bidang AI yang menarik diri dan membuat para ilmuwan menemui masalah dana.

Karena masalah-masalah yang bermunculan pada dekade pertama perkembangan AI, sistem berbasiskan pengetahuan muncul menjawab kebutuhan AI untuk menghasilkan langkah reasoning yang lebih luas. Program Dendral adalah contoh awal dengan pendekatan ini. Setelahnya, juga muncul program MYCIN yang mampu melakukan diagnosa infeksi pada darah. Periode 1969-1979 ini menghasilkan banyak bahasa representasi yang berbeda-beda, contohnya Prolog.

Pada periode selanjutnya (1980-1988), industri AI mengalami peningkatan dan mulai mendorong munculnya perusahaan teknologi yang saling berlomba-lomba menghasilkan produk cerdas. Neural networks yang sempat terlupakan juga muncul kembali pada 1986 dan melanjutkan perkembangannya hingga kini.

Dewasa ini, penelitian AI lebih cenderung kepada pengembangan teori-teori  yang sudah ada dibandingkan menemukan yang baru, mengambil dasar pada teorema-teorema yang tepat atau bukti penelitian yan tepat daripada mengandalkan intuisi, serta lebih menunjukkan aplikasi pada dunia nyata daripada menggunakan contoh berupa mainan. Banyak hal-hal yang dulu tidak bisa dibuktikan atau dilakukan telah terealisasi oleh AI masa kini. Perkembangan AI terus berlanjut seiring dengan pemahaman yang terus membaik, peningkatan kerumitan matematika dan representasi pengetahuan yang lebih baik.

=====

Suka dengan tulisan Fairhie di atas? Fairhie bisa bantu kamu buat nulis konten menarik kayak di atas untuk blog atau website kamu loh! Yuk mampir ke toko Fairhiepedia!

One thought on “Sekilas Tentang Kecerdasan Buatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s