[JOB SEEKER] Seleksi OJK 2014 – Tes Psikologi I

[JOB SEEKER] Seleksi OJK 2014 – Tes Psikologi I

Seharusnya post ini kutulis minggu lalu, ketika seleksi OJK sedang hangat-hangatnya dibicarakan, hehe

Tapi tak apalah, sapa tau ada yang baca buat persiapan tahun depan.

Yap, kondisiku saat ini kembali ke dua tahun lalu, JOB SEEKER! YEAY!

^_^9

Mencoba berbagai macam lowongan menjadi rutinitasku hingga hari ini, hehe.

Pada suatu masa, cailaaa (Pertengahan Oktober 2014), tersebutlah namaku sebagai peserta yang lolos seleksi administrasi OJK. <My first-try luck, huh? hehe>

Rangkaian seleksinya dilaksanakan oleh PPM Manajemen dan terdiri atas 6 Tahap:

  1. Seleksi Administrasi
  2. Tes psikologi I & Verifikasi jurusan
  3. Tes psikologi II, TPU, Tes B.ING – Verifikasi kelengkapan dokumen
  4. Leadership Group Discussion
  5. Wawancara User
  6. Tes kesehatan

Nah, seperti yang sudah-sudah, aku adalah ahlinya seleksi tahap I, dan pecundang di tahap selanjutnya, haha *tawa miris*. Jadi pada artikel ini aku hanya bisa bercerita pengalamanku pada tes pertama. Semoga berguna.

Untuk seleksi administrasi sendiri, tidak ada hal khusus yang bisa kubagi, karena prosesnya sendiri hanya menginput data secara online pada website yang telah dibuat oleh PPM. Ada banyak formulir yang harus diisi di situ, tapi secara keseluruhan, kupikir seleksi administrasi hanya menyaring orang-orang berdasarkan jurusan dan IPKnya saja.

Pada tahap seleksi psikologi I untuk wilayah Jakarta, pelaksanaannya dibagi menjadi 2 hari dan setiap harinya dibagi menjadi 3 shift. Info saja, pengumuman lulusnya pada hari Kamis, pengumumannya jadwal tesnya Jumat, dan tesnya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk aku sendiri mendapatkan jatah pada shift 3, pukul 14.30 di hari Minggu.

Tes I tersebut diadakan di gedung kampus Administrasi Negara, di daerah pejompongan. Berhubung aku tidak pernah menjamah daerah sana, pada hari Sabtunya aku menyempatkan diri lah untuk survei tempat. Kampusnya sendiri sebenarnya tidak susah ditemukan, berbekal petunjuk seorang teman yang telah melewati seluruh rangkaian proses seleksi dan sekarang sudah menjadi auditor di OJK. Yang jadi masalah adalah akses angkutan umum yang minim menuju kesana, jadi jika kamu adalah pengguna kendaraan umum, opsi yang tersedia hanyalah ojek atau taksi.

Atas saran dari sang teman, yang mengatakan bahwa tes psikologi tersebut sangat mudah dan hanya perlu tidur cukup malam sebelumnya, aku pun santai-santai saja menghadapi esoknya. Sialnya adalah aku memilih makanan yang salah pada malam sebelumnya, sehingga alhasil, aku menghadapi ujian pada hari H dalam kondisi diare. Haha. Penyakit nista menyerangku sebelum pertempuran.

Lebih sialnya lagi, tes tersebut memakan waktu hampir 3 jam, dan kita tidak diperbolehkan keluar ruangan selama tes berlangsung, karena seluruh subtesnya dibatasi oleh waktu (yg hanya hitungan menit)

(“_”;).

Jika kalian akan menghadapi tes semacam ini, sebaiknya jangan melakukan kebodohan seperti yang kulakukan, jaga makanan hari sebelumnya, dan bawa air mineral, juga jangan lupa makan sebelum tes.

Tesnya sendiri seperti biasanya psikotes, terdiri dari logika matematika, deret, gambar, korelasi kata, tes kraepelin, dan tes memori. Memang, memang, aku tidak menyalahkan opini sang teman yang mengatakan tidak perlu belajar untuk menghadapi psikotes ini, tapi aku sungguh menyesal tidak belajar terlebih dahulu. Kenapa? Karena hampir 3 tahun ini aku tidak terlatih mengerjakan soal hitungan, otakku menumpul dan aku menjadi imbisil. Pada psikotes ini kita dituntut untuk secepat-cepatnya mengerjakan soal. Jika tidak terlatih, atau kehidupanmu selama ini tidak mengasah itu, sudah pasti gagal. Seperti nasibku, ya, tanpa melihat pengumuman seminggu setelahnya pun, aku sudah tau, I screwed up.

Tapi yang sudah berlalu, ya sudahlah, mungkin bukan takdirku bekerja di OJK, jodohku mungkin di tempat lain. :3

Pelajaran moralnya adalah, tidak ada salahnya latihan matematika dasar dan psikotes lainnya sebelum mengikuti seleksi apapun. Apalagi kalau sudah lama tidak berkecimpung di dunia hitung menghitung. Untuk kasus temanku, sebelumnya dia adalah seorang auditor di PWC, yang tentunya sudah terlatih untuk menghitung dan teliti mengaudit laporan keuangan, sedangkan aku hampir 3 tahun ini berkutat pada dunia analisis perangkat lunak dan project management — yang jauh dari hitung menghitung cepat. Salahku sendiri menyamakan kondisi dengannya. Haha

Mungkin itu saja yang bisa kubagi, dan sepertinya aku akan banyak mengisi blog ini dengan postingan [JOB SEEKER] sampai aku memperoleh pekerjaan baru. Mohon doanya!

(^_^)>

One thought on “[JOB SEEKER] Seleksi OJK 2014 – Tes Psikologi I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s