PPS IT! :D

PPS IT! :D

Ada beberapa hal yang juga memberatkan hatiku terkait program pengembangan staf ini. Salah satunya adalah peraturan mereka soal pakaian.

Yep, bukan lagi calon PPS, sekarang resmi PPS IT!

BANZAIII! Hehe😀

Posting JOB SEEKER untuk beberapa tahun ke depan insya Allah ga ada,

*harus ga ada, kalo ga denda 200 jeti, haha

Setelah melalui berbagai kegalauan menunggu hasil medcheck, Alhamdulilah tepat tiga minggu kemudian aku akhirnya signing SPK dengan BRI. Fiuh, ada banyak pasal dan aturan yang disebutkan dalam perjanjian yang akan mengikatku selama kurang lebih 6 bulan masa sebagai seorang trainee dan 5 tahun sebagai karyawan (*amiin).  Rasanya hatiku sesak ketika melihat contoh cara berpakaian yang benar menurut mereka adalah jilbab pendek yang hanya menutupi kepala & leher.

Setelah tanda tangan ada penjelasan singkat mengenai rangkaian kegiatan PPS. Berhubung 80% batch PPS-ku berisi anak PPS-Umum, sebagian besar penjelasan difokuskan pada kegiatan PPS-Umum yang notabenenya puanjang sekali dan memakan waktu kurang lebih setahun penuh.Aku bukan manusia suci, aku tahu benar aku bkn muslimah yg baik, tapi tetap saja, berat rasanya, bukannya memperbaiki penampilanku yang masih jauh dari ke-syar’i-an,

Rangkaian kegiatan PPS-IT hanya akan berbarengan dengan PPS-Umum selama 2 bulan saja, yang termasuk di dalamnya orientasi umum dan pelatihan perwira di sukabumi yang terkenal itu. Sisa bulan-bulan selanjutnya, PPS-IT akan langsung digembleng oleh divisi TSI (Teknologi dan Sistem Informasi), begitu katanya. Akan ada tugas atau projek yang harus dihasilkan di akhir masa PPS-IT, yang nantinya akan dipresentasikan pada kepala divisi IT dan user bisnisnya. Kurang lebih ini seperti masa PKL-ku dulu, bedanya ini durasinya lebih panjang. tapi aku malah harus memendekkan jilbab yg seharusnya kujulurkan menutupi dadaku. Memang diharuskan memakai blazer panjang yg longgar  

Kelulusan seorang PPS-IT ditentukan oleh projek dan presentasi yang dilakukan di akhir masa PPS. Beda dengan PPS-Umum yang ada ujian dan sistem gugur di setiap OJT yang mereka lakukan. Aku sedikit khawatir dengan kewajiban membuat aplikasi di akhir program ini. (‾⌣‾”٥). Tapi aku tidak punya pilihan lain selain menghadapinya. Semangat diriku yang pemalas! (“_”)9 dan panjang hingga menutupi pantat juga.Tetap saja, selonggar apa sih blazer hingga bisa menutupi lekukan dada?

Berhubung asrama diklatnya penuh, kami semua (total 49 orang) diinapkan di Puri Casablanca sampai nanti berangkat SAMAPTA ke sukabumi tanggal 2 Desember sore nanti. Menunggu keberangkatan ke sukabumi, ada kelas-kelas pengantar dan orientasi yang harus kami ikuti di pusdiklat dari pukul 7.30 pagi hingga pukul 16.30. Ada kemungkinan molor juga sih pulangnya, tergantung pengajarnya, yah, kayak kuliah biasa lah. Aku tahu, aku tahu, memasuki sebuah organisasi sebesar ini, tidak mungkin semua ego dan prinsip-prinsipku akan sejalan dengan nilai-nilai yang mereka anut.

Katanya sih, setelah pulang dari sukabumi akan diberi fasilitas sekitar seminggu-an untuk menginap di asrama sampai bisa menemukan kosan di sekitar pusdiklat. Untungnya, selama PPS akan ada uang saku plus tunjangan kosan. Kalo ditotal jumlahnya lumayan lah buat ukuran trainee mah. Toh minimal dapet makan siang kalo lagi di diklat kan. Kalo pas di penginapan makan juga ada, laundry juga ada, transportasi ke pusdiklat juga disediakan. Lumayan dimanja, :D Aku tahu, aku tahu, aku akan berusaha sedapat mungkin, menjalani peraturan mereka dengan baik 

Semoga kali ini, aku cukup berjiwa besar untuk menghadapi benturan-benturan dan tantangan-tantangan yang dihadapkan padaku. Semoga aku juga punya ketahanan fisik dan mental dalam menjalani semua tahapan dan ujiannya. Semoga Allah memudahkan, melancarkan, dan melindungiku selama perjalanan yang baru akan dimulai ini. I hope I will find where I belong soon. Aamiin.

tanpa harus menggerus prinsip yang telah kupercaya bertahun-tahun hidupku. Ada banyak pengorbanan yang harus dibuat sebelum bergabung dengan suatu organisasi besar. Aku tahu, aku tahu, tapi tetap saja. Mungkin aku akan dicap munafik, kalau aku sebegitu mengerti dan taatnya pada agama, mengapa aku bergabung pada mereka? (‾⌣‾”٥) Aku pun tidak yakin bagaimana menjawabnya, aku kalah pada realita. Aku telah membuat keputusan untuk maju mengambil pilihan yang ada di depan mataku, aku tidak bisa mundur, semoga Allah bisa memaklumi hambanya yang sangat lemah ini. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s