Kazoku no Katachi : A Drama Review

Kazoku no Katachi : A Drama Review

Woa, rasanya sudah lama sekali aku tidak pernah lagi menonton dorama yang membuat hatiku tergugah dan terkesan hingga ke endingnya. Berawal dari nyasar ke blog seorang penggemar SMAP gara-gara mengikuti riuhnya konflik SMAP dengan agensi mereka, aku menemukan judul drama yang satu ini. It’s a masterpiece, I must say, especially for people who like slice of life stories.

Hal lain yang membuatku jatuh cinta dengan drama Jepang yang satu ini, selain ceritanya yang oke punya, adalah para pemainnya. Semuanya wajah-wajah familiar yang pernah bermain di drama-drama lama kesukaanku! Ueno Juri si Nodame, Katori Shingo yang main sama Yamapi di Monster, Kawaguchi Haruna si Haruhi, Chiba Yudai si  Honey-senpai, Mizuhara Kiko, Arakawa Yoshiyoshi yang selalu jadi pemain pendukung di hampir semua dorama keren yang pernah kutonton, Tanaka Kei si pria baik hati di banyak judul J-Drama, dan deretan nama pemain senior lain yang tidak kuhafal tapi wajahnya familiar.

Dengan deretan pemain yang tidak perlu diragukan lagi aktingnya, drama ini benar-benar mencuri perhatianku. Aku hanya perlu menghabiskan 3 hari untuk mendownload dan menonton ke-10 episodenya! Subarashii!

Bagi pecinta genre slice of life, dorama adalah oasis. Script dan plot yang meaningful, apalagi ketika mengangkat tema keluarga, adalah kekuatan drama jepang. Daaaan….Kazoku no Katachi berhasil meramunya dengan segar dan apik. Berbeda dengan drama korea yang melulu menampilkan cerita Cinderella dalam berbagai variasi, drama Jepang lebih sering mengangkat cerita keseharian rakyat jelata tanpa perlu adanya tokoh antagonis kaya raya yang harus dibenci para penontonnya.

kazoku
Salah satu adegan berkesan waktu Ayah Daisuke membaca surat wasiat Alm. Istrinya

Kazoku no Katachi menampilkan kehidupan orang kota (Tokyo) dalam ragam dan konfliknya masing-masing. Dua tokoh utamanya, Hanako (Ueno Juri) dan Daisuke (Katori Shingo), adalah dua orang introvert yang sangat mencintai kesendirian mereka di tengah hiruk pikuk Tokyo. Kenyamanan hidup sendiri mereka harus terusik ketika orang tua mereka memutuskan untuk menginvasi apartemen mereka dengan menginap dan melakukan berbagai hal sesuka hati mereka.

Mereka yang awalnya tidak saling mengenal meski tinggal di apartemen yang sama mulai saling terlibat satu sama lainnya berkat keusilan orang tua mereka. Ayah Daisuke dan ibu Hanako juga membuat anak-anak mereka terpaksa berinteraksi dan terlibat dengan berbagai orang di sekitar mereka beserta konfliknya. Daisuke yang benci berinteraksi dengan orang lain pun harus kerepotan mengurus berbagai hal yang dimulai oleh ayahnya.

Konflik yang dihadirkan di setiap episodenya, dan bagaimana semua hal tersebut diakhiri dengan satu plot besar yang apik benar-benar membuatku terkesan. Drama ini punya semua hal yang kusuka: tawa, haru, tangis, dan makna. Menonton drama ini akan membuatmu ingin mendukung setiap tokoh-tokohnya yang selalu berjuang melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Aku bahkan jadi dilema ingin mendukung pasangan Hanako – Kazuya (Tanaka Kei), atau Hanako – Daisuke. Secara, kedua pasangan itu sama-sama terlihat cocok dan dapet chemistry-nya. (●´ω`●)ゞ

Setiap tokoh di dalam Kazoku no Katachi punya karakter yang unik. Ketika para karakter ini berkumpul dan saling berinteraksi dengan gayanya masing-masing, menghasilkan adegan-adegan yang kocak dan menghibur. Ueno Juri has done a splendid job as Hanako too!

Kalau bicara soal soundtrack drama, aku selalu memberi dua jempol untuk drama korea. Selalu pas dan berkesan. Tapi untuk drama Jepang yang satu ini, aku pun akan memberikan dua jempolku! d(o✪‿✪o)b

Nada-nada ceria dan childish yang mengisi keseluruhan episode Kazoku no Katachi terus terngiang-ngiang di kepalaku. Addictive notes! Kombinasi yang harmonis dengan setiap adegan dan suasana ceritanya.

Biasanya, aku selalu excited di awal hingga tengah cerita sebuah drama, kemudian kecewa dengan endingnya. Tapi aku tidak bisa menemukan hal yang tidak memuaskan otak pecinta doramaku di Kazoku no Katachi ini. Drama ini menunjukkan padamu betapa pentingnya kehadiran keluarga, meski seringnya, orang yang membuatmu paling gregetan dan kesal itu adalah anggota keluarga sendiri.

At last, great story, great casts, great soundtrack! Totally love it!

Good work minna-san!

P.S:

Bonus menonton drama yang satu ini buat penggemar Ouran High School Host Club: menyaksikan Haruhi x Honey-senpai no Kekkon! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Buat kamu yang belum nonton, bisa mampir di sini. A must watch list on 2016!

Advertisements
Hua, kembali ke dr. THT, part sekian-sekian [lagi]

Hua, kembali ke dr. THT, part sekian-sekian [lagi]

Lagi, harus mengupdate blog terlupakan ini dengan late post mengenai derita sinusitis yang ternyata masih ada season terbarunya. haaa

Saat aku menulis ini, hidung pesekku masih mengerjaiku dengan mampet dan ingusnya, meski sudah tak terhitung lagi jumlah tablet dan kapsul yang sudah kutelan.

Yep, lagi-lagi dikarenakan pilek yang terlalu lama, sinusitisku kumat. Hebatnya lagi, kali ini kambuh dengan dramatis. Bukan hanya lendir hijau yang kuproduksi, tapi juga darah! Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mimisan (kalau yang gara-gara disedot dr.Asno waktu itu enggak dihitung)!

Shocku! ● ﹏☉

Ceritanya, once upon a night, aku dengan pedenya melesitkan ingus, dan yang keluar: darah! Efek dua minggu memaksa cairan untuk keluar dari rongga hidungku, membuat pembuluh darah yang berada di dekat rongga sinusku pecah. Super!

Karena mimisannya terjadi pada malam hari, aku dengan paniknya ke klinik 24 jam, dan hanya diminta untuk membeli kain kasa steril dan salep antibiotik oleh sang dokter. Dokternya juga meresepkan Imunos (yang ternyata harganya mahal sekali) untuk menaikkan daya tahan tubuhku.

Sayang beribu sayang, besoknya ketika di kantor, mimisannya bertambah parah. Bukan hanya ingusnya yang bercampur darah, digantikan dengan darah segar yang mengalir. Membuat bukan hanya aku yang panik, tapi juga mbak-mbak yang berada di toilet kantor bersamaku. Haha

Khawatir akan semakin memburuk, aku memutuskan untuk ke dokter THT hari itu juga. Aku segera menelepon beberapa rumah sakit di depok untuk reservasi dokter. Aku membuat reservasi di dua tempat, RSU BUNDA dan HERMINA. Kenapa dua? Read more