The End of A Title..Final Part

The End of A Title..Final Part

I guess you can predict what this is all about when you’re reading the post’s title. This is kind of super late post, because a lot of drama happened lately in my life, I cant find the urge to update this forgotten blog. Hehe.

Yes, you read it right, it is the final part.

Setelah dua tahun, setelah sempat titel itu  berganti, kali ini berganti lagi, berganti untuk selamanya. Yep. Akhirnya setelah dua tahun, menghirup udara yang sesak, aku akhirnya melepaskan titel itu.

Daan…sekarang aku resmi pengangguran. Aku resmi melepaskan semua hal yang menghubungkanku dengan perusahaan itu, sekaligus merelakan ijazahku. Berat? Tentu saja, karena meskipun keluar adalah keinginan yang sudah lama kupendam, tapi hengkangnya aku kali ini, lagi-lagi di luar rencana.

Kan memang pengen keluar?

Ya, aku memang sudah tidak betah dari kapan tahu, tapi aku masih punya keinginan untuk melihat sejauh apa aku bisa melangkah di tempat itu. Aku masih berniat bersabar demi ijazahku, tapi ternyata takdir memang tidak bisa diprediksi. Takdir membuatku harus mengambil keputusan ekstrim dalam waktu yang singkat. Hanya butuh 2 hari bagiku untuk mengajukan pengunduran diri.

Apa yang terjadi?

Yang terjadi adalah pembuktian betapa aku tidak pernah lebih salah lagi memilih tempat bekerja.

Yang terjadi adalah pembuktian atas banyak keraguan yang menghantuiku selama dua tahun ini.

Yang terjadi adalah Allah menunjukkan padaku bahwa sudah saatnya aku mencari mata pencarian yang lebih berkah.

Absurd?

Memang, se-absurd penyebabku hengkang dari tempat itu. Terlalu memuakkan untuk diceritakan, jadi anggap saja ini adalah momentum yang memang sudah seharusnya kuambil.

Satu hal yang kusesalkan adalah aku harus merelakan ijazah yang kuperjuangkan dengan darah dan air mata. Ya, darah dan air mata yang harus orang tuaku dan aku keluarkan untuk berdiri di tanah yang begitu jauh dari rumah ini.

Doaku, semoga suatu saat nanti aku bisa punya rezeki untuk menebus sehelai kertas yang menjadi bukti perjuanganku dan orang tua selama 4 tahun itu.

Aamiin.

Untukmu yang sedang melewati berbagai rangkaian tes yang dulu kuambil karena terlalu desperate mencari pekerjaan, semoga kalian mengambil pilihan yang lebih bijaksana daripada yang pernah kuambil.

 

 

 

Advertisements