Akibat Tergoda Diskon, Terbeli Barang Dengan Nomor BPOM Palsu

Akibat Tergoda Diskon, Terbeli Barang Dengan Nomor BPOM Palsu

Jadi ceritanya, stok sabun mandi di rumah sudah menipis. Iseng, mampirlah aku ke lazadut buat nyari sabun, kali saja ada diskon menarik di bagian produk sabun mandi.

Benar saja, ada paket menarik dengan harga menggoda. Dasar emak-emak, enggak nahan lihat yang namanya diskon, dibeli-lah tu barang.

2 hari kemudian, barangnya tiba. Dengan semangat 45, aku sibuk sobak-sobek bungkusnya.
Belinya 1 paket berisi 3pcs shower gel dengan wangi berbeda, dan yang tiba sesuai dengan pesanan.

wp_20170103_12_30_26_pro
3 pcs Senswell Shower Gel, hanya satu yang bersegel

Tapi, alangkah kecewanya, ketika membaca keterangan produk di belakangnya,

DUA pcs MENGGUNAKAN NO BPOM YANG TIDAK TERDAFTAR
DUA pcs TIDAK ADA KODE PRODUKSI DAN KETERANGAN TEMPAT PRODUKSI
DUA pcs TIDAK ADA TANGGAL KEDALUWARSANYA

Untuk yang gardenia bamboo memang terdaftar menggunakan nomor yang benar di BPOM.capture

Ketika dicek lebih lanjut ke website BPOM, kedua produk yang nomornya tidak ditemukan di website BPOM tadi,  ternyata terdaftar dengan nomor yang berbeda. Hayo kok bisa?

aquavanilla

Ditambah lagi, menemukan nama si produsen di berita ini:
http://www.cnnindonesia.com/…/bpom-rilis-30-jenis-kosmetik…/

Wah, super sekali.

Tidak berani mencoba isinya, langsung saja aku komplain ke CS-nya mereka. Aku disuruh mengembalikan kalau tidak berkenan, menggunakan tombol pengembalian pesanan mereka.

Masalah baru pun timbul, barang tersebut tidak bisa diproses pengembaliannya, karena tombol tersebut belum muncul.

Kenapa coba? Karena status barang sampai hari ini masih “diproses”, meskipun ini barang sudah sampai ke tanganku berhari-hari yang lalu, biar lebih dramatis: dari tahun lalu.
Tanya kenapa?

capture
Status Pesanan yang Masih “Memproses”

 

Kalau diperhatikan lagi dengan seksama, logo senswell dan kualitas printing dua pcs yang datang tanpa segel ini memang berbeda dengan yang bersegel (Gardenia Bamboo). Jadi apa palsu ya? Makanya bisa murah sekali harga paketannya?

Moral of the story:
Jangan terbuai dengan diskon lazadut dan “jaminan produk asli” yang mereka tawarkan, sebab label “Asli” pun tidak dijamin aman dan full-asli.

Advertisements
Kunjungan Akhir Tahun ke Dokter THT, Lagi Part 2

Kunjungan Akhir Tahun ke Dokter THT, Lagi Part 2

Judulnya sih kunjungan akhir tahun, tapi aku baru sempat menuliskannya di awal tahun baru ini. Hehe.

Baca jugaKunjungan Akhir Tahun ke Dokter THT, Lagi Part 1

Semoga tahun ini tidak ada lagi posting-an mengenai kunjungan ke dokter apapun deh.

Amin.

So, lanjutan dari posting-an sebelumnya, setelah antibiotik habis, aku pun dijadwalkan untuk kontrol lanjutan ke dr. Asno lagi. Tapi ternyata, setelah berjibaku menelepon RS. Hermina, sang dokter berhalangan hadir hingga 3 hari ke depannya. Jadilah, aku memindahkan jadwal kontrolku ke hari Jumat (yang mana harusnya dari hari Selasa sudah kontrol). The only good news was I got number 1.

Meskipun mendapatkan nomor urut 1, tapi berhubung aku datang telat, tetap saja aku harus menunggu kurang lebih satu jam hingga dipanggil. Saat di-endoskopi, tidak lagi terlihat darah ataupun sesuatu yang mencurigakan di dalam hidungku. Tapi sensasi mampet, and my sleepless nights tetap terjadi dalam rentang waktu itu. Karena dokternya tidak menemukan apapun, aku hanya diresepkan dekongestan dan pengencer dahak, tanpa antibiotik lagi. Namun, karena keluhan masih ada, meskipun sudah berlangsung sangat lama, dr. Asno menyarankan untuk mengambil CT-Scan, kalau-kalau ada keganasan (daging tumbuh) di dalam hidungku.

CT-Scan huh?

Pasti biayanya sangat mahal. Hanya itu yang terpikir olehku pada saat itu. Benar saja, ketika mengecek ke bagian radiologi, ternyata harga yang harus kubayar untuk CT-Scan hidungku mencapai 1,7 juta!!! Waw, fantastis sekali hanya untuk meneropong hidung ini.

Aku pun mengecek ke bagian kasir, apakah CT-Scan ini ditanggung oleh asuransi, karena jika tidak, aku pikir tidak usah saja. Aku cukup yakin tidak akan ada hal yang muncul di foto CT-Scan tersebut. Setelah sang kasir mencoba berkali-kali menelepon pihak asuransiku, akhirnya diperoleh jawaban bahwa jika limit rawat jalanku masih ada, maka bisa dipergunakan. Alhamdulilah.

Akhirnya aku pun mencoba CT-Scan layaknya tokoh-tokoh dalam film-film, masuk ke dalam terowongan putih dan dipindai. Jika di film-film proses ini terlihat sebentar, ternyata tidak sama sekali. Kurang lebih 15 menit aku harus berbaring, tidak boleh bergerak selama proses pemindaian berlangsung. Ah, kau tak akan tahu susahnya bernapas dengan hidung mampet dalam posisi terlentang seperti itu. Aku juga harus menahan keinginan untuk memuntahkan lendir yang turun dari hidung dan menumpuk di tenggorokanku. Ugh.

Setengah jam lebih menunggu hasilnya, dan ternyata dugaanku benar sekali! Tidak ditemukan kelainan apapun, bahkan tidak ada deviasi septum nasi. Super sekali. Jadi benar, hidungku hanya ingin menyiksaku saja.

Aku pun kembali ke ruang praktik dr. Asno sambil membawa hasil foto CT-Scan tersebut. Hasil diagnosisnya sama dengan diagnosis dokter di bagian radiologi, tidak ada yang mengkhawatirkan. So, what now? 

Severe allergy, we settled for that then.

Yep, begitulah saudara-saudara, kunjungan berkali-kali ke berbagai dokter dan rumah sakit, aku masih belum menemukan jawaban atas hidung ini. Alergi, satu-satunya jawaban atas penderitaanku saat ini.

=====

Suka dengan tulisan Fairhie di atas? Fairhie bisa bantu kamu buat nulis konten menarik kayak di atas untuk blog atau website kamu loh! Yuk mampir ke toko Fairhiepedia!