Sekilas Tentang Kecerdasan Buatan

Sekilas Tentang Kecerdasan Buatan

Hari ini iseng membongkar file-file lama, dan foila!  Aku menemukan sebuah file lama tugas mata kuliah Kecerdasan Buatan.

Semoga bermanfaat! 😀

TUGAS RESUME CHAPTER I

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Definisi kecerdasan buatan dapat kita bagi ke dalam empat kategori yaitu:

  1. Sebuah sistem yang berpikir seperti manusia
  2. Sebuah sistem yang bertindak seperti manusia
  3. Sebuah sistem yang berpikir rasional
  4. Sebuah sistem yang bertindak rasional

Pendekatan yang berpusat pada manusia merupakan sebuah sains yang empiris, mencakup penegasan hipotesis dan percobaan. Sedangkan pendekatan yang rasional melibatkan sebuah kombinasi dari matematika dan teknik. Peneliti-peneliti dalam tiap kategori kadang saling menjelekkan pencapaian masing-masing, namun kenyataannya, tiap kelompok tersebut telah menghasilkan pengetahuan-pengetahuan yang  berharga.

Bertindak seperti manusia : Pendekatan Tes Turing

Pendekatan tes Turing yang ditemukan oleh Alan Turing memberikan definisi yang memuaskan untuk pengertian kecerdasan. Untuk melewati tes tersebut, sebuah komputer harus memiliki kemampuan: pemrosesan bahasa alami, penyajian pengetahuan, automated reasoning, dan machine learning. Ada lagi yang namanya total Turing test, dimana untuk lulus tes ini komputer harus memiliki daya lihat untuk mengenali objek dan robotik untuk bergerak.

Berpikir seperti manusia: Pendekatan Pemodelan Kognitif

Untuk mengatakan sebuah program berpikir seperti manusia, sebelumnya harus ada terlebih dahulu penetapan tentang bagaimana manusia berpikir. Caranya melalui introspeksi atau melalui percobaan psikologi. Cabang ilmu pengetahuan sains kognitif berusaha menggabungkan model komputer dari kecerdasan buatan dan teknik percobaan dari psikologi untuk membentuk suatu teori yang tepat tentang cara kerja pikiran manusia. Sains kognitif yang sejati, mengambil dasar dari penelitian pada manusia atau binatang yang sebenarnya. Oleh karena itu, sains kognitif dan kecerdasan buatan merupakan dua cabang ilmu pengetahuan yang saling mendukung satu sama lain.

Berpikir rasional: Pendekatan Hukum Pikiran

Hukum pikiran berupa silogisme yang telah ditemukan oleh Aristoteles memulai munculnya bidang logika. Bidang logika mencari solusi suatu permasalahan (jika solusinya memang ada) setelah mengubah deskripsi permasalahannya ke dalam bentuk notasi logika. Yang disebut tradisi logika dalam kecerdasan buatan, diharapkan dapat membangun sebuah program untuk menciptakan sistem yang cerdas.

Bertindak rasional: Pendekatan agen rasional

Bertindak rasional berarti bertindak untuk mencapai suatu tujuan, sesuai keyakinannya. Sedangkan agen adalah sesuatu yang merasa dan bertindak. Kecerdasan buatan dipandang sebagai pembelajaran dan pembentukan agen rasional.

Dalam pendekatan hukum pikiran, Read more

Advertisements
Masuk Jurusan Komputer Sia-Sia? Kata si A yang Tidak Pernah Kuliah Computing

Masuk Jurusan Komputer Sia-Sia? Kata si A yang Tidak Pernah Kuliah Computing

Baru-baru ini sempat ramai dibahas di timeline FB-ku mengenai artikel si A yang dengan lantang menyatakan bahwa kuliah di jurusan komputer itu sia-sia belaka. Judulnya yang provokatif membuatku akhirnya memutuskan untuk membaca celotehan beliau. Setelah membaca tulisan si A tersebut,  jiwaku terusik untuk meluruskan persepsi yang beliau bangun, dikarenakan ada banyak hal yang kalau menurut bahasa beliau, SALAH KAPRAH.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai artikel tersebut, aku ingin menekankan terlebih dahulu, bahwa artikel tersebut ditulis oleh seorang programmer yang (katanya) sudah sangat berpengalaman, namun bukanlah seorang lulusan jurusan komputer. Beliau pun sudah malang melintang di dunia IT, dan merasa lebih hebat daripada yang mengaku lulusan IT.

Inti dari artikel tersebut, menyarankan janganlah memilih jurusan komputer pada saat memilih pendidikan tinggi, karena ilmu yang didapat nantinya tidak bisa digunakan di dunia kerja, alias sia-sia.

DI SINILAH BELIAU SALAH KAPRAH. Kenapa? Read more

Kejutan di Akhir Semester VI

Kejutan di Akhir Semester VI

Yups, dan semester VI pun berakhir. Lagi-lagi menyisakan ruang kosong di blog ini yang tidak menceritakan informasi berguna di semester VI. Ha, tak apa lah.

Semester ini benar-benar melelahkan dan penuh kejutan! Dimulai dari jadwal kuliah yang padat, Senin-Sabtu dan jadwal-jadwal praktikum yang hingga maghrib, ditambah lagi dengan rentetan 6 projek kuliah berbeda yang menyiksa.

Keluhan demi keluhan kukeluarkan, dan tanpa disadari, semester ini bahkan berakhir begitu saja. Sekarang malah aku sedang mengetik di meja kerja tempat PKL ku dua bulan ini nantinya.

Haha, tau apa kejutan di akhir semester ini?
Aku ingin menangis sekaligus tertawa sekeras-kerasnya kalau saja sekarang aku tidak sedang berada di kantor. Hahay,

Kalau mau jujur, sejak terguling-guling di semester 3 dan 5 lalu, aku tidak terlalu percaya diri dengan kemampuanku bertahan hidup di ILKOM ini. Tapi hidupku memang terlalu sulit ditebak.
Kau tahu, masa kejayaanku itu hanya di tingkat TPB saja, itu yang selalu kusebut-sebut. Dan sejak masuk semester 3, aku sudah tidak berharap terlalu banyak pada diriku sendiri.

Tapi kini, di akhir semester ini, aku malah mendapatkan kejutan yang bahkan bisa membuatku menulis sebanyak ini setelah sekian lama!
🙂

Dan kejutan itu adalah…Jeng..Jeng…Jeng,,,,

Aku benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan IP seperti zaman TPB-ku lagi!!
Mimpi pun aku tak berani. Berbagai emosi campur aduk. Rasa tidak percaya memenuhi kepalaku, hari ini seakan mimpi. Kau boleh bilang aku lebay, atau apapun, tapi ini sungguh bukan hal yang aku sangka sama sekali!

Seandainya saja, aku tidak sedang di kantor saat melihat KRS pagi ini, mungkin aku sudah teriak-teriak, menangis, tertawa, dan meloncat kegirangan secara bersamaan!
Haha, jangan kau bayangkan. It must be ugly. :p

Alhamdulilah, segala puji hanya untukNya. Hanya satu kata itu yang terngiang-ngiang.
Aku berharap ini bukan kesalahan administrasi dan nilai-nilai yang bagaikan mimpi itu berubah tepat jam12 malam nanti. Aku tidak ingin menjadi Cinderella yang kehilangan nilainya di akhir malam. (?)
Semoga itu tidak terjadi. Semoga.

Dokumentasi : SOAL UAS KOMKEL 2009/2010

Dokumentasi : SOAL UAS KOMKEL 2009/2010

Sekedar sharing, berhubung dari tahun ke tahun itu kagak ada yang namanya distribusi soal ujian mata kuliah KOMUNIKASI KELOMPOK, jadi kupikir postingan ini akan sedikit berguna buat rekan-rekan yang sekiranya berniat mengambil mata kuliah ini.

Soal UTS dan UAS tipenya sama, yakni 10 soal essay yang materinya diambil dari slide kuliah dan materi praktikum.

Sekedar bocoran, jangan pernah menganggap remeh praktikum komkel ini dan tidak menyimak dengan baik penjelasan si kakak asistennya. Karena poin-poin yang disampaikan kakaknya itu semuanya adalah poin yang penting. Mencatat ketika praktikum adalah pilihan yang tepat.

Langsung aja deh, berikut ini daftar soalnya (urutan soal dan kalimat soal tidak persis sama, karena ingatanku juga kurang baik,hehe, tapi inti pertanyaannya insya Allah sama) Read more

Nostalgila Last Part

Nostalgila Last Part

Yuhuuu…akhirnya part II muncul!!

Haha, setelah hampir setengah semester kutunda, akhirnya aku berniat juga melanjutkan posting yang nyaris terlupa ini. Hehe..maap ya tidak tepat janji..;p

Hmm, kita mulai dari mana ya?

Dari awal MOS (Masa Orientasi Siswa) ? Ah, sebenarnya, dipikir-pikir, masa SMA ku datar sedatar-datarnya lho! Tidak banyak yang bisa kuceritakan, selain sepertinya kegilaanku akan komik yang menjadi-jadi. Hehe

Saat kelas X, aku memiliki dua kelas yang berbeda yang pernah kutempati. Kok bisa? Ha, begini ceritanya, setelah MOS berakhir, di sekolahku diadakanlah yang nama tes ELA (Entry Level Achievement). Tes tersebut berguna sebagai dasar penempatan kelas kita nanti. Apakah di kelas biasa, kelas unggul, atau kelas internasional. Hasil dari tes tersebut dipampang di mading, dan kau tahu, nilainya itu diurutkan dari yang tertinggi sampai yang terendah!! Haah, beruntungnya,(though I dont know how), aku menempati posisi ketiga! Dari atas loh, bukan dari bawah. Hehe…

Nah, di hasil yang yang dipampang, ada garis merahnya, nama-nama yang berada di atas garis merah tersebut berhak mengikuti tes lanjutan untuk memasuki kelas internasional. Berhubung aku termasuk jajaran atas, yah, akupun dipaksa mendaftar oleh ayahku untuk kelas internasional. Katanya, iseng aja, jajal kemampuan.

Meski ogah-ogahan, akhirnya aku ikut juga. Seperti yang bisa kau tebak, aku lulus bersama 29 orang lainnya, kalau ga salah. Saat itu, aku benar-benar menyalahkan ayahku atas kelulusanku. Haha, aku benar-benar tidak tertarik masuk kelas yang kuyakin akan membuat orang pemalas seperti kerepotan dan kuyakin juga akan membebani kantong ortuku, meskipun ayah bersikeras bahwa dia bisa menanggungnya. ;p

Dengan sedikit paksaan negoisasi dengan wali kelas inter, aku diberi tenggat waktu selama dua minggu untuk mencoba dulu suasana kelas, bila masih tidak kerasan, aku diperbolekan pindah ke kelas biasa. Seperti yang bisa kau tebak juga, setelah dua minggu, aku memutuskan untuk keluar, dan dimulailah petualanganku di SMA yang sebenarnya.

Di kelas yang baru, dimana aku datang seperti siswi pindahan, aku tidak terlalu kesulitan menyesuaikan diri. Berhubung, kelas pindahanku ini berisi para siswa-siswi yang namanya berada di atas garis merah sepertiku, bisa kita katakan, mereka setipe denganku. Makanya, aku tidak terlalu kesulitan menyesuaikan diri.

Kelas X berjalan aman dan tentram. Tidak ada permusuhan yang kubuat. Tidak banyak kesulitan, yah, kecuali fakta bahwa pelajaran IPA SMA itu membuatku megap-megap.  Juga, saat di kelas X inilah, aku mulai menumbuhkan kecintaan pada komputer yang mana menyesatkanku membawaku ke jurusanku sekarang.

Yup, dan kelas XI pun datang, aku terlempar ke jurusan IPA yang mana juga merupakan pilihanku karena aku benci pelajaran sejarah dan sedihnya, ternyata anak IPA tetap menemukan sejarah sebagai mata pelajaran wajibnya sampai nanti kelas XII. (“)’

Memasuki awal kelas XI, ekskul mading yang kuikuti membutuhkan pemimpin baru secepatnya karena ketua sebelumnya melepaskan tanggung jawabnya begitu aja. Yah, kau tahu, dengan sifatku yang baik hati tidak bisa menolak dengan tegas dan tidak tegaan, aku ditunjuk sebagai ketua selanjutnya dengan voting yang semena-mena oleh para senior.

Tanpa pengalaman, jiwa pemimpin, dan tata organisasi yang benar, aku memberanikan diriku menghadapi kenyataan, bahwa aku adalah sang ketua. Berbekal jiwa yang dipaksa bernyali, aku pun memulai karirku sebagai diktator pemimpin mading sekolah. Berbagai kebingungan, hal-hal administratif baru harus kuhadapi disini. Tapi, sekarang, aku sangat bersyukur, saat itu aku tidak lari dari tanggung jawab seperti yang dilakukan oleh ketua sebelumnya. Banyak hal berharga yang kudapat sepanjang masa-masaku aktif di mading SMA ku ini, meski nggak semuanya menyenangkan, tapi tetap menjadi pengalaman tak terlupakan bagiku, bahkan sampai hari ini.

Di masa-masa kelas XI inilah, aku menemukan komunitas-komunitas baru yang menjadi akrab denganku dari hari ke hari. Ada komunitas rusuh (seperti biasa), komunitas pecinta komik dan komunitas olimpiade komputer, tentu saja komunitas anggota mading juga. Nggak ada yang nyambung ya? Hehe

Kelas XI bisa dikatakan satu-satunya masa dimana aku aktif membangun sekaligus menghancurkan. Hehe. Aku mencoba hal-hal baru, mencoba berteman dengan berbagai  kalangan dan melahap berbagai jenis komik, tapi sekaligus menghancurkan nilai-nilaiku. ;p

Saat itu, bukannya tidak ada masalah dalam dunia sosialku. Aku dikenal sebagai pemimpin yang keras dan hubunganku dengan wakil ketuaku sangat buruk. Guru pembimbing yang bertanggung jawab atas ekskul yang kupimpin ini pun tak mau tahu dengan perkembangan kami.  Teman-teman seperjuanganku tidak berusaha sekeras yang kulakukan, itu yang kupikirkan. Padahal tidak juga, hanya aku yang terlampau keras.

Tapi toh, masa ini berakhir juga dan zaman kegelapan UN pun menanti. Haha, di semester 5 dan 6, aku menyadari ketertinggalanku dari teman-teman yang lain dalam hal pelajaran IPA, sesak napas aku mengikuti pelajaran yang selama dua tahun sebelumnya tak pernah kusimak. Untunglah, aku punya teman-teman yang baik. Mereka adalah dari golongan pecinta komik yang juga golongan rajin nan pintar. Hehe

Mereka membantuku mempersiapkan diri menghadapi UN, dengan mengajariku setiap pulang sekolah di masjid dekat sekolah. Aku berhutang banyak pada mereka berdua. Yah, memang Cuma dua orang yang mengajariku. Tapi mereka sungguh sabar dan pintar mengajariku.

UN pun berlalu begitu saja. Berhubung aku sudah diterima sebagai mahasiswa undangan (aku lupa menyebutnya ya?), aku menikmati liburan yang gajebo sementara teman-temanku berjuang mati-matian menghadapi SNMPTN. Saat menunggu hari-hari keberangkatanku ke bogor ini, benar-benar hari-hari yang membosankan. Kerjaanku Cuma nonton film di komputer atau cengok di depan acara tipi yang ga mutu. Yah, meskipun di akhir-akhir, aku sangat sibuk. Sibuk mengetik surat permohonan dan mengajukan beasiswa kemana-mana. Yah, inisiatif ayahku sih. Yeah, meski sering membuatku sebal. Aku sangat salut pada perjuangan ayah yang memperjuangkanku agar tetap bisa berangkat kuliah ke tanah Jawa ini,  walau kami nggak punya cukup uang untuk mengurus tetek-bengek mahasiswa baru.

Aku bersyukur punya ayah segigih dan secerdas ayahku. Beliau mengajukan beasiswa dengan taktik dan perhitungan yang matang. Ayah memperhitungkan segalanya. Dalam waktu singkat, ayah berhasil mengumpulkan uang yang kuperlukan untuk membayar tahun pertama kuliahku. Bahkan uang yang terkumpul berlebih hingga bisa juga untuk membayar tiket pesawatku dan ayah ke Jakarta. Saat itu aku benar-benar sadar, selama ini aku sering merutuki hidupku. Mengeluhkan ini dan itu, padahal Allah sangat sayang padaku. Dia memudahkan segalanya. Sampai kini pun, kurasakan, betapa beruntungnya aku menjadi ‘Aku’. Meskipun aku belum bisa membalas dengan setimpal kebaikanNya dan kebaikan orang-orang yang percaya padaku. Tapi aku masih berusaha.

^^

Yah, nostagila kita diakhiri sampai sini saja, berhubung masa-masa sekolahku sudah kuceritakan semua. Garing ya masa SMA ku? Tapi, aku benar-benar merindukan masa-masa itu lho! Bagaimana dengan kamu? Apa juga rindu?

Tragedi T.A

Tragedi T.A

Setelah mengalami berbagai keberuntungan, kini aku mendapatkan kesialan yang menjadi jatahku.
Pagi ini setelah sahur, aku merasakan mataku terasa berat dan tubuhku lemas, sehingga membuatku pada akhirnya memutuskan
untuk tidak berangkat kuliah dan meminta teman sekosanku untuk T.A alias titip absen.
Nah, tanpa prasangka apapun, kulanjutkanlah tidurku dengan harapan tidur akan membuat staminaku pulih.
Eits, eits, sedang enak-enaknya bergumul dengan bantal gulingku,
hapeku bergetar dengan tulisan : “1 PESAN DITERIMA”
Dengan kelopak mata yang malas membuka, kubaca pesannya:
“Ri, si bapak ngeAbsen sendiri ternyata, yang T.A disuruh lapor ke KOMDIK hari ini jam 3 teng,
kalo ga lapor, nilainya dibikin NOL karena indisipliner,”
JEGER!!!!
Serasa disambar petir, hatiku ketar-ketir membaca barisan huruf-huruf yang banyak disingkat itu, (disini tidak
kucantumkan),
tanganku langsung kaku, keringat dinginku mengucur dan perutku langsung terasa melilit.
Gemetar tanganku mengetik sms balasan untuk temanku itu:
“Serius??? T.T, JANGAN BECANDA DONK! cuma ri doank yang ketahuan?”
PESAN DIKIRIM
TERKIRIM
Dag…dig..dug…kumenunggu getaran selanjutnya dari hapeku…
. . .
1 PESAN DITERIMA
“iyA,cuma ri doank yang T.A, rasain, makanya apa kubilang tadi,”
KYYuuut…nyeri terasa di lambungku…
Temen sialan ini, bukannya ngehibur malah ledekin,,
Kyuuut…nyeri lagi…
Dadaku terasa sesak, membayangkan nilai i (indisipliner) di transkrip nilai ku semester ini!
Mataku terasa panas, ingin nangis rasanya,
kuketik balasan dengan setengah kesal :
“KATA-KATAMU SANGAT MENOLONG”
PESAN DIKIRIM
TERKIRIM
Beberapa saat kemudian, hapeku kembali bergetar,
“Hoho, rasainlah, makanya ingat tu 3,25”
Wajahku terasa semakin panas saking kesalnya, aku tersentil, ia menyebut-nyebut 3,25, IP minimum yang harus kuraih
untuk mempertahankan beasiswa yang telah kuraih.
Kesal, kuketik balasannya,
“BERISIK”
PESAN DIKIRIM
TERKIRIM
Hahhh,,, aku menelentangkan tubuhku menatap langit-langit kamar membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa
terjadi. Berbagai pikiran negatif merayapi otakku.
Ketika sedang sibuk membayangkan berbagai kondisi yang mungkin harus kuhadapi, terdengar suara ketukan pintu kamarku,
dengan malas aku bangkit, dan mendapati Norma, temen sekosan dan sejurusanku.
Aku : “Kenapa Nor? Ayo masuk,”
Norma : “Iya, ini,,,”
Aku : “He?”
Norma : “Norma mau nitip bukunya Nia, soalnya ntar Norma ga kuliah,”
Aku : “Kenapa?”
Norma : “Ga enak badan,”
Aku : “hoh, ya udah, tadi pagi kuli?”
norma : “Dateng, eh rhie ga dateng ya?”
Aku : “heheh, diabsen ya katanya ?”
Norma : “He, iya, rhie T.A ya?”
Aku : (nyengir kuda)
Norma : “Tapi banyak sih yang T.A tadi, ada kali 10 orang ya…”
Aku : “He? Lho, kata putri cuma rhie doank ?
Norma : “Lho, banyak kok, ada si A, B, C, ,”
Aku : <hmm, ada yang aneh,pikirku>, ” Terus katanya yang T.A harus lapor ke TU ya? Bener ga?”
Norma : “He? Rasanya si Bapak ga ngomong begitu deh…”
Aku : “HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE?????????????”
Nah, akhirnya aku mendapatkan kebenarannya, AKU DIBOONGIN!!
SIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAALLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL…………………..!!!!!!!!!!!!!!
Rugi aku sampai keringat dingin segala!!
(>,<)@
AWAS YAAAAAAAAAAAAAAAAAA PUT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PELAJARAN MORAL HARI INI: “JANGAN T.A DENGAN ORANG USIL”
11 SEPTEMBER 2009
13:08
Setelah mengalami berbagai keberuntungan, kini aku mendapatkan kesialan yang menjadi jatahku.
Pagi ini setelah sahur, aku merasakan mataku terasa berat dan tubuhku lemas, sehingga membuatku pada akhirnya memutuskan untuk tidak berangkat kuliah dan meminta teman sekosanku untuk T.A alias titip absen.
Nah, tanpa prasangka apapun, kulanjutkanlah tidurku dengan harapan tidur akan membuat staminaku pulih.
Eits, eits, sedang enak-enaknya bergumul dengan bantal gulingku,
hapeku bergetar dengan tulisan :
“1 PESAN DITERIMA”
Dengan kelopak mata yang malas membuka, kubaca pesannya:
“Ri, si bapak ngeAbsen sendiri ternyata, yang T.A disuruh lapor ke KOMDIK hari ini jam 3 teng,
kalo ga lapor, nilainya dibikin NOL karena indisipliner,”
JEGER!!!!
Serasa disambar petir, hatiku ketar-ketir membaca barisan huruf-huruf yang banyak disingkat itu, (disini tidak kucantumkan), tanganku langsung kaku, keringat dinginku mengucur dan perutku langsung terasa melilit.
Gemetar tanganku mengetik sms balasan untuk temanku itu:
“Serius??? T.T, JANGAN BECANDA DONK! cuma ri doank yang ketahuan?”
PESAN DIKIRIM
TERKIRIM
Dag…dig..dug…kumenunggu getaran selanjutnya dari hapeku…
. . .
1 PESAN DITERIMA
“iyA,cuma ri doank yang T.A, rasain, makanya apa kubilang tadi,”
KYYuuut…nyeri terasa di lambungku…
Temen sialan ini, bukannya ngehibur malah ledekin,,
Kyuuut…nyeri lagi…
Dadaku terasa sesak, membayangkan nilai i (indisipliner) di transkrip nilai ku semester ini!
Mataku terasa panas, ingin nangis rasanya,kuketik balasan dengan setengah kesal :
“KATA-KATAMU SANGAT MENOLONG”
PESAN DIKIRIM
TERKIRIM
Beberapa saat kemudian, hapeku kembali bergetar,
“Hoho, rasainlah, makanya ingat tu 3,25”
Wajahku terasa semakin panas saking kesalnya, aku tersentil, ia menyebut-nyebut 3,25, IP minimum yang harus kuraih
untuk mempertahankan beasiswa yang telah kuraih.
Kesal, kuketik balasannya,
“BERISIK”
PESAN DIKIRIM
TERKIRIM
Hahhh,,, aku menelentangkan tubuhku menatap langit-langit kamar membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa
terjadi. Berbagai pikiran negatif merayapi otakku.
Ketika sedang sibuk membayangkan berbagai kondisi yang mungkin harus kuhadapi, terdengar suara ketukan pintu kamarku,
dengan malas aku bangkit, dan mendapati Norma, temen sekosan dan sejurusanku.
Aku : “Kenapa Nor? Ayo masuk,”
Norma : “Iya, ini,,,”
Aku : “He?”
Norma : “Norma mau nitip bukunya Nia, soalnya ntar Norma ga kuliah,”
Aku : “Kenapa?”
Norma : “Ga enak badan,”
Aku : “hoh, ya udah, tadi pagi kuli?”
norma : “Dateng, eh rhie ga dateng ya?”
Aku : “heheh, diabsen ya katanya ?”
Norma : “He, iya, rhie T.A ya?”
Aku : (nyengir kuda)
Norma : “Tapi banyak sih yang T.A tadi, ada kali 10 orang ya…”
Aku : “He? Lho, kata putri cuma rhie doank ?
Norma : “Lho, banyak kok, ada si A, B, C, ,”
Aku : <hmm, ada yang aneh,pikirku>, ” Terus katanya yang T.A harus lapor ke TU ya? Bener ga?”
Norma : “He? Rasanya si Bapak ga ngomong begitu deh…”
Aku : “HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE?????????????”
Nah, akhirnya aku mendapatkan kebenarannya, AKU DIBOONGIN!!
SIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAALLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL…………………..!!!!!!!!!!!!!!
Rugi aku sampai keringat dingin segala!!
(>,<)@
AWAS YAAAAAAAAAAAAAAAAAA PUT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PELAJARAN MORAL HARI INI: “JANGAN T.A DENGAN ORANG USIL”
11 SEPTEMBER 2009
13:08