Hua, kembali ke dr. THT, part sekian-sekian [lagi]

Hua, kembali ke dr. THT, part sekian-sekian [lagi]

Lagi, harus mengupdate blog terlupakan ini dengan late post mengenai derita sinusitis yang ternyata masih ada season terbarunya. haaa

Saat aku menulis ini, hidung pesekku masih mengerjaiku dengan mampet dan ingusnya, meski sudah tak terhitung lagi jumlah tablet dan kapsul yang sudah kutelan.

Yep, lagi-lagi dikarenakan pilek yang terlalu lama, sinusitisku kumat. Hebatnya lagi, kali ini kambuh dengan dramatis. Bukan hanya lendir hijau yang kuproduksi, tapi juga darah! Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mimisan (kalau yang gara-gara disedot dr.Asno waktu itu enggak dihitung)!

Shocku! ● īšâ˜‰

Ceritanya, once upon a night, aku dengan pedenya melesitkan ingus, dan yang keluar: darah! Efek dua minggu memaksa cairan untuk keluar dari rongga hidungku, membuat pembuluh darah yang berada di dekat rongga sinusku pecah. Super!

Karena mimisannya terjadi pada malam hari, aku dengan paniknya ke klinik 24 jam, dan hanya diminta untuk membeli kain kasa steril dan salep antibiotik oleh sang dokter. Dokternya juga meresepkan Imunos (yang ternyata harganya mahal sekali) untuk menaikkan daya tahan tubuhku.

Sayang beribu sayang, besoknya ketika di kantor, mimisannya bertambah parah. Bukan hanya ingusnya yang bercampur darah, digantikan dengan darah segar yang mengalir. Membuat bukan hanya aku yang panik, tapi juga mbak-mbak yang berada di toilet kantor bersamaku. Haha

Khawatir akan semakin memburuk, aku memutuskan untuk ke dokter THT hari itu juga. Aku segera menelepon beberapa rumah sakit di depok untuk reservasi dokter. Aku membuat reservasi di dua tempat, RSU BUNDA dan HERMINA. Kenapa dua? Read more

Advertisements
dr. THT dan Kotoran Telinga

dr. THT dan Kotoran Telinga

Postingan pertama di tahun ini mengenai kotoran telinga! haha.

Ini adalah cerita mengenai seorang sahabat yang punya masalah berat dengan kotoran telinganya. Ew? Jangan jijik dulu, tahukah kamu bahwa setiap orang punya tipe kotoran telinga yang berbeda sehingga butuh penanganan berbeda pula? Ada yang bertipe kering, dan ada pula yang bertipe basah.

Kukutip dari KlikDokter:

Kotoran telinga atau dalam bahasa medis disebut serumen, terbentuk dari sekresi kelenjar minyak dan pengelupasan sel epitel liang telinga luar. Serumen menangkap debu dan kotoran sebelum mencapai gendang telinga. Serumen juga melindungi liang telinga luar karena sifatnya yang tidak menyerap air. Serumen yang lama perlahan terdorong keluar oleh pembentukan serumen baru kemudian mengering dan jatuh

Nah, masalahnya pada sahabatku ini, kotoran telinga yang dia miliki bertipe kering dan entah bagaimana tidak bisa terdorong keluar sehingga hanya menumpuk di dalam. Penumpukannya ini membuat pendengaran jadi terganggu disertai rasa yang tidak nyaman pula. Karena tidak bisa ditangani sendiri, jadinya dia terpaksa harus ke dr.THT.

Berkaca pada pengalamanku dengan dr. Asno yang tidak terlalu memuaskan, walau masih memilih RS Hermina Depok pun, dia memilih dokter yang lain, dr. Bernhard. Setelah diteropong sang dokter, tindakan penyedotan pun dilakukan. Bisa tebak hasilnya? Kotoran telinga sebesar ruas jari kelingking pun keluar. Haha, super! Sang dr. THT bahkan sampai menawarkan apa ingin dibawa pulang. Wkwk ;D

IMG-20160108-WA0001
Biaya dr.THT RS Hermina Depok 2016

Perkara kotoran telinga ini membuatnya membayar harga yang lumayan, 300an! (O.O)>. Dilihat dari bonnya, ada peningkatan biaya konsultasi dokter THT di Hermina sebesar 10rb, menjadi 174,000. Endoskopinya juga naik sepertinya, tapi aku lupa tahun lalu aku dikenakan berapa. Seperti biasa, tahun baru, harga baru. Kesehatan itu mahal saudara-saudara!

O ya, buat kamu yang punya kotoran telinga tipe kering seperti ini, supaya tidak terjadi penumpukan yang mengharuskan kamu ke dr. THT, dokter Benhard menyarankan untuk rutin membersihkan telinga dengan memasukkan air dan mengeluarkannya kembali. Kalau yang tipe basah biasanya mudah dijangkau dengan cotton bud.

Punya cerita lain soal dr. THT dan kotoran telinga? Silahkan bagi ceritamu di kolom komentar yak! (>._.^)

Hua, kembali ke dr. THT, part sekian-sekian

Hua, kembali ke dr. THT, part sekian-sekian

Yep, derita Sinus ditambah rhinitis alergy yang kuderita membuat permasalahan dengan hidungku yang ga mancung-mancung juga meski dipencet tiap hari karena pilek ini– semakin panjang saja.

Dari postinganku yang sebelumnya, hingga sabtu lalu, hampir tiap akhir minggu kuhabiskan untuk mengunjungi dr. Asno di RS Hermina Depok. Total antibiotik yang kutelan juga ga kurang-kurang lagi, saking banyaknya, udah lost-track. -_-. Komposisi obat yang diberikan dr.Asno tidak berubah, tetap terdiri dari 3 macam: antibiotik, obat pilek (yg selalu ada kandungan pseudoefedrin HCL nya), dan obat batuk, tapi merk-nya ganti-ganti terus tiap minggu. Haha.

Sebenarnya di pertengahan bulan mei kemaren, aku Read more